Keracunan MBG

Penyebab Keracunan MBG Ratusan Siswa dan Guru SMA Negeri 2 Kudus

Ratusan siswa dan guru di SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah yang jadi korban keracunan MBG belum lama ini.

|
Editor: Salomo Tarigan
DOK via Tribun Jabar
SISWA KERACUNAN MBG - Ratusan siswa dan guru di SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, mengeluhkan gejala keracunan seusai menyantap ayam suwir kuah soto pada Rabu (28/1/2026). Teranyar, BGN ungkap penyebab keracunan Foto: Korban keracunan menu MBG di GOR Kecamatan Cipongkor Bandung Barat, Senin (22/9/2025). 

Ringkasan Berita:SIswa dan Guru Keracunan Menu MBG
 
  • Ratusan siswa dan guru di SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah yang jadi korbannya belum lama ini.
  • Mereka mengeluhkan gejala keracunan, seperti lemas, pusing, mual, muntah, dan diare.
  • Hasil lab Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, diketahui ada kontaminasi bakteri Escherichia coli (E-Coli) pada kuah soto dan sambal yang disajikan.
  • Dari hasil pemeriksaan awal dan investigasi, ditemukan adanya pelanggaran prosedur yang dinilai cukup berat.

 

TRIBUN-MEDAN.com - Keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi sorotan.

Ratusan siswa dan guru di SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah yang jadi korbannya belum lama ini.

Mereka mengeluh gejala keracunan seusai menyantap ayam suwir kuah soto pada Rabu (28/1/2026).

Apa penyebab keracunan siswa dan guru tersebut?

Terkini, Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap, hasil uji laboratorium untuk mengetahui penyebab keracunan siswa SMAN 2 Kudus pasca santap menu soto dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari hasil lab Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, diketahui ada kontaminasi bakteri Escherichia coli (E-Coli) pada kuah soto dan sambal yang disajikan.

"Hasil uji laboratorium Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah menunjukkan adanya bakteri E-Coli pada kuah soto dan sambal.

Temuan ini menjadi dasar kami dalam melakukan evaluasi dan perbaikan," ujar Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang.

Selain itu, BGN juga melakukan investigasi pada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari yang mengolah dan mendistribusikan makanan tersebut.

SPPG tersebut kata Nanik, belum sepenuhnya memenuhi persyaratan kelayakan, sanitasi, dan higiene pangan sesuai standar yang telah ditetapkan.

"Kejadian ini harus menjadi pembelajaran bersama bagi seluruh penyelenggara MBG di daerah lain. Standar kebersihan dapur dan keamanan pangan tidak bisa ditawar," tegasnya.

Pihaknya akan terus memperkuat pengawasan, pendampingan teknis, serta penegakan standar operasional prosedur (SOP) bagi dapur penyedia MBG.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan aman, berkualitas, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya, ratusan siswa dan guru di SMA Negeri 2 Kudus, Jawa Tengah, mengeluhkan gejala keracunan seusai menyantap ayam suwir kuah soto pada Rabu (28/1/2026).

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved