Berita Viral
Pilu Guru Agama Diduga Dianiaya Kepsek di Nunukan, Curhat Anak Korban: Mama Dizolimi Kepala Sekolah
Foto dirinya yang terbaring lemah dengan selang infus terpasang di wajah kini tersebar luas, memicu rasa iba sekaligus amarah netizen.
TRIBUN-MEDAN.com - Dunia pendidikan di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, mendadak gempar.
Sebuah kisah pilu tentang ketegaran seorang guru agama bernama Sitti Halimah viral di media sosial, memancing gelombang kecaman dari publik.
Di balik dedikasinya mengajar di SDN 001 Sebatik Tengah, tersimpan luka mendalam akibat dugaan intimidasi dan penganiayaan yang dilakukan oleh atasannya sendir
Sitti Halimah dikenal sebagai sosok ibu yang kuat.
Di depan anak-anaknya, ia selalu pulang dengan senyum manis, seolah beban di pundaknya tak pernah ada.
Namun, benteng pertahanan itu akhirnya roboh.
Foto dirinya yang terbaring lemah dengan selang infus terpasang di wajah kini tersebar luas, memicu rasa iba sekaligus amarah netizen.
Kondisi kesehatan Sitti dilaporkan merosot tajam hingga harus dilarikan ke RSUD Tarakan.
Melalui unggahan sang anak, Muhammad Nurhidayat, terungkaplah tabir gelap yang selama ini menutupi penderitaan sang ibu di lingkungan sekolah.
Intimidasi, Sekop Sampah, dan Tunjangan yang Terbelenggu
Menurut kesaksian Nurhidayat, sang ibu diduga mengalami perlakuan semena-mena yang jauh dari nilai-nilai kependidikan.
Sitti dilarang menginjakkan kaki di ruang guru dan diasingkan ke perpustakaan yang minim fasilitas.
Tak hanya tekanan mental, kekerasan fisik pun diduga terjadi.
"Mama dizolimi sama kepala sekolah Mama. Mama tidak diperbolehkan masuk ke ruang kantor guru, dan istirahat hanya di perpustakaan tanpa fasilitas apapun. Mama tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan-kegiatan sekolah. Dan tidak boleh masuk ke grup sekolah," tulis Nurhidayat dalam curhatan yang menyayat hati.
Penderitaan Sitti kian lengkap saat hak finansialnya ikut dikebiri.
Sang Kepala Sekolah diduga sengaja menahan tanda tangan berkas administrasi, yang menyebabkan tunjangan sertifikasi Sitti selama satu tahun sebesar Rp45 juta hangus begitu saja.
| BAHLIL Lahadalia Dijuluki Pangeran Hormuz Karena Tak Naikkan Harga BBM Saat Harga Minyak Dunia Mahal |
|
|---|
| NASIB Karier Kajari Karo Danke Rajagukguk Ditarik ke Kejagung Untuk Evaluasi Atas Kasus Amsal Sitepu |
|
|---|
| NASIB MZ Mahasiswa Untirta Serang Berulang Kali Rekam Dosen di Toilet, Isi HP Penuh Video Mengintip |
|
|---|
| AKHIRNYA Preman yang Bacok Ayah Pengantin Gegara Tak Diberi Uang Rp 500 Ribu Ditangkap |
|
|---|
| KRONOLOGI Keluarga Pasien BPJS Cekcok dengan Perawat, Keluarga Kesal Dibentak Gegara Jam Besuk Habis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/penganiayaan-guru-agama-tribunmedan.jpg)