Berita Viral

GURU Agama Diduga Jadi Korban Bullying, Korban Dilempar Kursi oleh Kepsek SD di Sebatik

Unggahan tersebut memicu gelombang reaksi keras warganet, yang menyampaikan kecaman dan cacian kepada oknum kepala sekolah

|
Dok. Andre
GURU AGAMA DIBULLY - Unggahan medsos yang kini viral di Nunukan. Seorang guru SD diduga menjadi korban bulying dan penganiayaan kepala sekolah tempatnya mengajar.(Dok.Andre ) 

Ringkasan Berita:- Siti Halimah diduga menjadi korban bullying dan penganiayaan oleh oknum kepala sekolah SD Negeri di Pulau Sebatik
Kepala Sekolah SD Negeri 001 Sebatik Tengah belum memberikan tanggapan terkait viralnya unggahan tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Akhmad, juga menyatakan belum dapat memberikan komentar lebih jauh

 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang guru agama perempuan, Siti Halimah diduga menjadi korban bullying dan penganiayaan oleh oknum kepala sekolah SD Negeri di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara menjadi sorotan.

Guru agama tersebut menjadi viral usai adanya sebuah unggahan di media sosial.

Unggahan tersebut memicu gelombang reaksi keras warganet, yang menyampaikan kecaman dan cacian kepada oknum kepala sekolah tempat guru tersebut mengajar.

Dalam unggahan yang beredar, tampak seorang perempuan mengenakan pakaian guru dan berkerudung cokelat, terbaring lemas di atas ranjang perawatan.

Baca juga: Pinkan Mambo Nyanyi Live di Pinggir Jalan, Hiraukan Gengsi, Arya Ungkap Banyak Utang

Terlihat selang infus terpasang di wajahnya. 

Disebutkan pula bahwa perempuan tersebut merupakan guru di SD Negeri 001 Sebatik Tengah. 

Foto tersebut disertai curhatan panjang bernarasi pilu yang mengundang simpati, sekaligus memantik kemarahan masyarakat terhadap dugaan perlakuan yang dilakukan kepala sekolah. 

Berikut isi curhatan yang kini menjadi sorotan tajam warga Nunukan:

‘Mama dizolimi sama kepala sekolah Mama. Mama tidak diperbolehkan masuk ke ruang kantor guru, dan istirahat hanya di perpustakaan tanpa fasilitas apapun.

Mama tidak diperbolehkan mengikuti kegiatan kegiatan sekolah. Dan tidak boleh masuk ke grup sekolah. 

Mama tidak diberikan TTD untuk kelengkapan berkas, yang mengakibatkan tunjangan sertifikasi selama satu tahun sebesar Rp 45 juta tidak bisa dicairkan. Sesabar itukah Mama.

Mama, maafkan anakmu Ma, sampai Mama dilempar kursi dan sekop sampah pun Mama masih berusaha tegar, tapi jiwa dan mental Mama tidak sanggup lagi sampai sedrop ini.

Maafkan kami anakmu Mama, belum bisa berikan kebahagiaan di hari tuamu, tapi justru masih terus tegar berjuang dengan kehidupanmu yang penuh ketidak adilan,’. 

Baca juga: AKHIRNYA Bripda NIR dan Bripda SR Dipecat, 2 Polisi yang Rudapaksa Remaja 18 Tahun di Jambi

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Sekolah SD Negeri 001 Sebatik Tengah belum memberikan tanggapan terkait viralnya unggahan tersebut.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved