Berita Viral

Polisi Ungkap Faktor Siswa SD di Ngada NTT Gantung Diri, Bukan Cuma Tak Mampu Beli Buku dan Pena

peristiwa tragis tersebut tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan akumulasi berbagai tekanan yang dialami korban.

Istimewa
Olah TKP dalam penyelidikan siswa SD yang diduga melakukan bunuh diri di Ngada, NTT(Tribun Flores) 

TRIBUN-MEDAN.com - Polisi mengungkap faktor yang membuat siswa SD inisial YBR (10) memilih gantung diri menghabiskan nyawanya, buka cuma tak mampu belu buku dan pena.

Hal itu diungkap Polres Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kapolres Ngada AKBP Andrey Valentino mengatakan, peristiwa tragis tersebut tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan akumulasi berbagai tekanan yang dialami korban.

“Jadi, ada banyak faktor yang menyebabkan anak ini mengakhiri hidupnya,” ujar Andrey dilansir Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (5/2/2026). 

Baca juga: Sosok Siswa SD di Ngada NTT, Pesan Terakhirnya untuk Ibu dalam Surat Isinya Memilukan

Menurut Andrey, salah satu faktor yang teridentifikasi adalah keterbatasan ekonomi keluarga, termasuk ketidakmampuan korban membeli buku dan alat tulis sekolah. 

Selain itu, korban juga kerap menerima nasihat dari orangtua.

“Banyak faktor penyebabnya. Salah satunya terkait alat tulis,” kata dia.

Faktor-faktor tersebut, lanjut Andrey, menjadi tekanan psikologis bagi korban hingga akhirnya memilih jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya. 

“Intinya berkaitan dengan persoalan dalam rumah tangga. Namanya juga keluarga, tentu selalu ada masalah,” ujarnya.

Baca juga: Ivar Jenner Ikuti Jejak Rafael Struick, Sudah Teken Kontrak dengan Dewa United

Andrey menjelaskan, pada malam sebelum kejadian, orangtua korban sempat menasihati YBR agar tidak bermain hujan-hujanan.

Nasihat tersebut disampaikan agar korban tidak jatuh sakit dan kembali meminta izin tidak masuk sekolah. 

“Namun, mungkin cara penerimaan anak berbeda. Bisa saja anak merasa tersinggung atau tertekan. Jadi ceritanya bukan semata-mata karena alat tulis, tetapi juga karena sering dinasihati oleh ibunya,” tutur Andrey.

Dari hasil penyelidikan, polisi memastikan tidak ditemukan unsur kekerasan dalam kasus tersebut.

Hal itu diperkuat dengan hasil visum yang tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. 

Selain itu, penyelidikan polisi juga tidak menemukan indikasi perundungan di lingkungan sekolah yang dapat memicu kondisi psikologis korban.

BOCAH TEWAS - Penyidik Polres Ngada saat berada di lokasi kejadian, di wilayah Kecamatan Jerebu, Kabupaten Ngada, NTT, persiapan olah TKP, Kamis (29/01/2026)(kiri). (kanan) Secarik kertas yang ditinggalkan korban untuk sang ibu, ditemukan di dekat lokasi.
BOCAH TEWAS - Penyidik Polres Ngada saat berada di lokasi kejadian, di wilayah Kecamatan Jerebu, Kabupaten Ngada, NTT, persiapan olah TKP, Kamis (29/01/2026)(kiri). (kanan) Secarik kertas yang ditinggalkan korban untuk sang ibu, ditemukan di dekat lokasi. (TRIBUN MEDAN/Dokumentasi/TRIBUNFLORES. COM/ARNOLDUS WELIANTO)

Baca juga: Ronaldo Sudah Bergabung Latihan, Belum Pasti Main di Laga Al Nassr Vs Al Ittihad, Lanjut Boikot

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved