Berita Viral

UPDATE BENCANA Longsor di Cisarua Sudah 25 Orang Ditemukan Meninggal, Dedi Mulyadi: Intropeksi

Bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat telah menelan puluhan nyawa. 

TRIBUN MEDAN
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi sambangi Tapanuli Utara sembari menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam. Rombongan KDM disambut oleh Bupati Jonius Hutabarat kemarin, Senin (12/1/2026) di Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara. 

TRIBUN-MEDAN.com - Bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat telah menelan puluhan nyawa. 

Sebanyak puluhan orang meninggal dalam bencana ini. Sementara ada ratusan yang masih hilang. 

Peristiwa longsor ini terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. 

Pada hari ini Minggu (25/1/2026) sudah 25 orang dinyatakan meninggal dunia. 

Sementara, puluhan warga lainnya yang hilang belum ditemukan.

"Saya menyampaikan ucapan duka yang mendalam atas peristiwa bencana yang terjadi di Cisarua dan di berbagai tempat di Provinsi Jawa Barat," ujar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam pernyataannya di Instagram @dedimulyadi71, Minggu (25/1/2026).

Dedi Mulyadi mengajak semua pihak untuk melihat musibah tersebut sebagai bahan introspeksi

Sebab, kata dia, kondisi alam saat ini banyak mengalami kerusakan akibat alih fungsi

Kondisi alam yang rusak adalah akumulasi dari berbagai kebijakan dan perilaku manusia yang selama ini abai terhadap keseimbangan lingkungan.

 Sehingga, fenomena ini bukan akibat dari salah satu pihak, melainkan kesalahan bersama.

Mirisnya, kata Dedi, longsor yang menimpa warga seringkali terjadi tanpa mereka harus melakukan kesalahan secara langsung.

"Longsor yang dialami oleh saudara kita di Bandung Barat menjadi catatan penting bahwa bencana bisa menimpa siapa saja tanpa orang tersebut melakukan perbuatan yang mengakibatkan bencana," sebutnya. 

Baca juga: Lirik Lagu Batak Haccit Pambahenan Mon Dipopulerkan oleh Raptama Trio

Baca juga: Lirik Lagu Batak Haccit Pambahenan Mon Dipopulerkan oleh Raptama Trio

Ia menyoroti perubahan besar pada kawasan perbukitan dan lereng gunung yang kini beralih fungsi menjadi kebun sayur dan bunga dengan sistem greenhouse.

Proses penanaman yang menggunakan media plastik, menurutnya, telah merusak daya dukung tanah dan mempercepat potensi longsor.

 Selain itu, Dedi juga menyinggung alih fungsi lahan persawahan menjadi kawasan perumahan, serta kondisi sungai yang mengalami pendangkalan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved