Berita Viral

Bersaksi di Pengadilan, Ahmad Sahroni Mengaku Rugi Rp 80 Miliar Akibat Penjarahan Rumahnya

Ahmad Sahroni mengaku rugi Rp 80 miliar akibat penjarahan rumahnya. Ia menyebutkan hampir seluruh isi rumahnya habis diambil massa 

Editor: Juang Naibaho
Kompas.com
BERSAKSI - Ahmad Sahroni hadir sebagai saksi di persidangan terkait insiden penjarahan rumahnya pada akhir Agustus 2025, Jakarta Utara, Senin (13/1/2026). Inset: Aksi massa merusak dan menjarah ryumah Sahroni pada 30 Agustus 2025. (KOMPAS.com/Omarali Dharmakrisna Soedirman) 

Ringkasan Berita:Penjarahan Rumah Ahmad Sahroni
Anggota nonaktif DPR RI, Ahmad Sahroni, memberi kesaksian di PN Jakarta Utara.
Sahroni mengaku rugi Rp 80 miliar akibat penjarahan rumahnya. Hampir seluruh isi rumahnya habis diambil massa.
Sahroni juga mengaku kehilangan ijazah sekolah dasar, doktor, sertifikat, hingga kartu keluarga.
Sahroni mengaku tidak mengenal 9 terdakwa kasus penjarahan rumahnya.
Dalam kasus ini, enam orang dijerat aksi penjarahan, sedangkan tiga lainnya didakwa penghasutan. 

 

TRIBUN-MEDAN.com - Setelah sempat lama menghilang, politisi Ahmad Sahroni kembali muncul ke publik.

Ahmad Sahroni, yang kini berstatus anggota nonaktif DPR RI, memberi kesaksian di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (13/1/2026).

Mantan Bendahara Partai Nasdem itu memberi keterangan detik-detik penyerangan dan penjarahan rumahnya pada 30 Agustus 2025 lalu.

Ahmad Sahroni mengaku rugi Rp 80 miliar akibat penjarahan rumahnya.

Ia menyebutkan hampir seluruh isi rumahnya habis diambil sekelompok orang tak dikenal. 

Saat kembali mendatangi rumahnya usai penjarahan, Jumat (19/9/2025), kondisi bangunan disebutnya sudah rusak parah dari lantai bawah hingga atas. 

"Yang saya laporkan Rp 80 miliar, Yang Mulia," kata Sahroni saat menjadi saksi dalam sidang di PN Jakarta Utara, Selasa (13/1/2026). 

Ia merinci sejumlah barang yang hilang, mulai dari patung Iron Man, pakaian, lampu, hingga berbagai perabotan rumah tangga. 

Selain itu, lima unit kendaraan miliknya juga dirusak dalam peristiwa tersebut. 

"Mobil lima, Yang Mulia. Hancur kelima-limanya," ujarnya. 

Sahroni juga mengaku kehilangan sejumlah dokumen penting, termasuk ijazah sekolah dasar, doktor, sertifikat, hingga kartu keluarga.

"Ijazah dari SD sampai doktor hilang, Yang Mulia. Sertifikat juga hilang semua," ucapnya. 

“Saya naik ke lantai satu, dua, dan tiga sampai ke atas. Kondisinya sangat mengenaskan. Plafon hancur, kabel hilang, lampu hilang, Yang Mulia. Habis,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sahroni menyebut massa yang datang ke rumahnya bertindak beringas dan langsung menyerang tanpa orasi terlebih dahulu. 

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved