Banjir dan Longsor di Sumatera
Tangis Bahagia Misdawati Menjejak Huntara, Awal Baru Korban Banjir Aceh Tamiang
Pengungsi terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang kini mendapat harapan baru dan memasuki babak pemulihan berikutnya.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, ACEH TAMIANG- Tangis bahagia tak terbendung dari wajah Misdawati saat pertama kali menjejakkan kaki di rumah hunian sementara (Huntara) Danantara yang berada di Jalan Banda Aceh–Medan, Kebun Tj. Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang.
Air mata itu bukan sekadar luapan emosi, melainkan penanda berakhirnya hari-hari panjang penuh kecemasan setelah banjir besar merenggut tempat tinggalnya.
Ibu empat anak tersebut adalah salah satu korban banjir yang melanda wilayah itu pada tanggal 26-27 November 2025 lalu.
Rumah yang selama ini menjadi tumpuan hidup keluarganya di Desa Sukajadi hilang terseret arus, menyisakan kenangan dan puing-puing yang tak lagi bisa ditempati.
“Rumah saya terbawa banjir. Habis semua, tidak ada yang tersisa sedikitpun. Desa juga sudah hilang, habis semua,” cerita Misdawati sambil menyeka air mata, Kamis (8/1/2026).
Sejak bencana terjadi, Misdawati dan keluarganya harus bertahan di tenda pengungsian dengan segala keterbatasan. Malam-malam dingin, rasa waswas, dan ketidakpastian menjadi bagian dari keseharian mereka.
Hingga akhirnya, kepastian itu datang dalam bentuk sebuah Huntara, tempat berlindung yang sederhana, namun sarat makna.
Dengan mata berkaca-kaca, wanita berusia 40 tahun itu tak henti-hentinya mengucap syukur.
“Alhamdulillah, sudah tidak perlu tidur di tenda pengungsian,” ujarnya lirih, sambil mengusap air mata.
Bagi Misdawati, Huntara ini bukan sekadar atap dan dinding, melainkan awal baru untuk menata kembali harapan dan kehidupan keluarganya setelah diterpa bencana.
“Sudah sebulan lebih tidur di tenda. Sangat tidak nyaman, terutama anak-anak. Banyak nyamuk kalau malam dan siang hari panas. Belum lagi ketika hujan, bagian bawah tenda akan basah,” tuturnya.
Misdawati adalah satu dari ratusan pengungsi yang menempati huntara di Aceh Tamiang.
Pengungsi terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang kini mendapat harapan baru dan memasuki babak pemulihan berikutnya.
Setelah melewati masa darurat, mereka bersiap menempati hunian sementara yang lebih tertata, lebih aman, dan lebih layak untuk memulai rutinitas kembali.
Danantara Indonesia secara resmi menyerahkan 600 unit huntara kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sebagai penanda bahwa kawasan hunian tersebut siap dimanfaatkan melalui mekanisme pengelolaan pemerintah daerah.
| Lebaran di Tenda Pengungsian, Hati Irma Perih Dengar Ratapan Sang Anak, 'Mak Sampai Kapan di Sini?' |
|
|---|
| Prabowo Klaim Tak Ada Lagi Pengungsi di Tenda, Irma Menangis Ditanya Anaknya 'Sampai Kapan di Sini?' |
|
|---|
| Mendagri Pastikan Total 5 Desa Hilang Akibat Bencana Sumatera, 2 di Sumut dan 3 di Aceh |
|
|---|
| Hashim Sebut Presiden Prabowo Buka Ruang Pengajuan Keberatan bagi 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut |
|
|---|
| Bos Danantara Rosan Pastikan Perminas Kelola Tambang Emas Martabe, Perusahaan Lain Segera Dibahas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/MENEMPATI-HUNTARA-Misdawati-korban-banjir-saat-memasuki.jpg)