Berita Viral
KENA Tegur Pemerintah Pusat, Walikota Medan Kembalikan Bantuan dari UEA: Memang Tidak Untuk Diterima
Pemko Medan terpaksa mengembalikan bantuan dari Uni Emirat Arab (UEA) gegara larangan dari pemerintah pusat.
TRIBUN-MEDAN.com - Pemko Medan terpaksa mengembalikan bantuan dari Uni Emirat Arab (UEA) gegara larangan dari pemerintah pusat.
Bantuan dari UEA ini rencananya disalurkan ke korban banjir di Kota Medan.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengakui telah mengembalikan dana tersebut karena mendapatkan teguran dari pemerintah pusat.
Sedikit memberitahu, Presiden Prabowo tidak menyatakan bencana di Sumatera bukan bencana nasional.
Prabowo juga menolak tawaran bantuan dari negara lain. Prabowo yakin bahwa pemerintah bisa menyelesaikan masalah bencana banjir dan longsor tanpa bantuan asing.
Padahal puluhan ribu rumah hancur, ribuan orang meninnggal, dan ribuan orang mengungsi tidak memiliki rumah.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengakui adanya pengembalian bantuan tersebut.
Ia berdalih, keputusan itu diambil setelah Pemko Medan mengecek regulasi dan mendapat arahan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Kementerian Pertahanan.
“Melalui koordinasi itu semua, harapannya memang tidak untuk diterima,” kata Rico usai meninjau harga sembako di Irian supermarket di Jalan Karya, Kecamatan Medan Barat, Kamis (18/12/2025).
Baca juga: SOSOK Kepala BGN Dadan Hindayana Akui Videonya Main Golf Viral: Galang Dana Bencana Sumatera
Baca juga: Mundur dari Jabatan Sekretaris Golkar Sumut, Ilhamsyah: Ada yang Tidak Baik di Organisasi
Baca juga: Mundur dari Sekretaris Golkar Sumut, Ilhamsyah: Ada Kepentingan Pribadi Ingin Singkirkan Ijeck
Rico menyebut, pemerintah pusat hingga kini belum membuka diri terhadap penerimaan bantuan dari pihak asing. Langkah ini jadi tanda tanya, karena Rico awalnya menerima bantuan secara terbuka bersama Airin.
“Jadi kita putuskan untuk dikembalikan. Untuk Kota Medan, kita tidak menerima,” ujarnya.
Namun, pernyataan tersebut bertolak belakang dengan fakta di lapangan. Informasi yang dihimpun Tribun Medan menyebutkan, bantuan dari salah satu organisasi UEA itu telah diterima dan disalurkan ke masyarakat sehingga kebijakan menjadi blunder.
Bantuan tersebut bahkan diterima langsung oleh Rico Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan, Airin, sebelum disalurkan kepada warga terdampak banjir.
Masalah baru muncul setelah Pemko Medan ditegur pemerintah pusat dan Gubernur Sumatera Utara.
Bantuan yang telah dibagikan itu kemudian ditarik kembali dari masyarakat penerima manfaat, memicu kebingungan dan kekecewaan warga.
| NASIB Briptu BTS Rekam Polwan di Toilet Asrama, Dilaporkan ke Bid Propam Polda Jawa Tengah |
|
|---|
| NASIB Rifai Diusir Pria yang Numpang di Rumahnya, Diancam Pakai Parang, Barang-Barang Dijual |
|
|---|
| Prabowo Bilang Avtur Bisa Diproduksi dari Minyak Jelantah, Klaim Sudah Siapkan Langkah Strategis |
|
|---|
| SEBANYAK 254 Orang Tewas Terkena Serangan Rudal Israel, Lebanon Tetapkan Hari Berkabung Nasional |
|
|---|
| ROY SURYO Tegaskan Tak Terima Uang Sepeserpun dari Jusuf Kalla dalam Kasus Ijazah Jokowi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/BANJIR-MEDAN-Ribuan-rumah-di-Desa-Payageli-dan-sekitar-terendam-banjir-di-Deliserdang.jpg)