Berita Viral

KENA Tegur Pemerintah Pusat, Walikota Medan Kembalikan Bantuan dari UEA: Memang Tidak Untuk Diterima

Pemko Medan terpaksa mengembalikan bantuan dari Uni Emirat Arab (UEA) gegara larangan dari pemerintah pusat.

Tribunnews.com/M Daniel Effendi Siregar
BANJIR MEDAN- Ribuan rumah di Desa Payageli dan sekitar terendam banjir di Deliserdang, Sumatra Utara, Kamis (27/11/2025). Curah hujan yang tinggi menyebabkan volume air Sungai Belawan meluap hingga menenggelamkan ribuan rumah warga. 

TRIBUN-MEDAN.com - Pemko Medan terpaksa mengembalikan bantuan dari Uni Emirat Arab (UEA) gegara larangan dari pemerintah pusat. 

Bantuan dari UEA ini rencananya disalurkan ke korban banjir di Kota Medan. 

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengakui telah mengembalikan dana tersebut karena mendapatkan teguran dari pemerintah pusat. 

Sedikit memberitahu, Presiden Prabowo tidak menyatakan bencana di Sumatera bukan bencana nasional. 

Prabowo juga menolak tawaran bantuan dari negara lain. Prabowo yakin bahwa pemerintah bisa menyelesaikan masalah bencana banjir dan longsor tanpa bantuan asing. 

Padahal puluhan ribu rumah hancur, ribuan orang meninnggal, dan ribuan orang mengungsi tidak memiliki rumah. 

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengakui adanya pengembalian bantuan tersebut.

Ia berdalih, keputusan itu diambil setelah Pemko Medan mengecek regulasi dan mendapat arahan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Kementerian Pertahanan.

“Melalui koordinasi itu semua, harapannya memang tidak untuk diterima,” kata Rico usai meninjau harga sembako di Irian supermarket di Jalan Karya, Kecamatan Medan Barat, Kamis (18/12/2025).

Baca juga: SOSOK Kepala BGN Dadan Hindayana Akui Videonya Main Golf Viral: Galang Dana Bencana Sumatera

Baca juga: Mundur dari Jabatan Sekretaris Golkar Sumut, Ilhamsyah: Ada yang Tidak Baik di Organisasi

Baca juga: Mundur dari Sekretaris Golkar Sumut, Ilhamsyah: Ada Kepentingan Pribadi Ingin Singkirkan Ijeck 

Rico menyebut, pemerintah pusat hingga kini belum membuka diri terhadap penerimaan bantuan dari pihak asing. Langkah ini jadi tanda tanya, karena Rico awalnya menerima bantuan secara terbuka bersama Airin. 

“Jadi kita putuskan untuk dikembalikan. Untuk Kota Medan, kita tidak menerima,” ujarnya.

Namun, pernyataan tersebut bertolak belakang dengan fakta di lapangan. Informasi yang dihimpun Tribun Medan menyebutkan, bantuan dari salah satu organisasi UEA itu telah diterima dan disalurkan ke masyarakat sehingga kebijakan menjadi blunder. 

Bantuan tersebut bahkan diterima langsung oleh Rico Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan, Airin, sebelum disalurkan kepada warga terdampak banjir.

Masalah baru muncul setelah Pemko Medan ditegur pemerintah pusat dan Gubernur Sumatera Utara.

Bantuan yang telah dibagikan itu kemudian ditarik kembali dari masyarakat penerima manfaat, memicu kebingungan dan kekecewaan warga.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved