Banjir dan Longsor di Sumatera

Jumlah Korban Meninggal Sudah 1.030 Orang Kini Aceh Minta Bantuan PBB tapi Prabowo Klaim Masih Mampu

Terkini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh yang meminta dua lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turun tangan membantu.

Editor: Salomo Tarigan
TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso
PENEMUAN JASAD - Momen penemuan Ruhyan Malau (56) korban tewas tertimbun longsor di Gang Murai, Lingkungan II, Kelurahan Aek Manis, Kota Sibolga, Selasa (9/12/2025). Korban meninggal akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumut dan Sumbar sudah mencapai 1.000 lebih. Kini Aceh minta PBB turun tangan 

Ringkasan Berita:Aceh Minta PBB Turun Bantu atasi Bencana Banjir Longsor
 
  • Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh yang meminta dua lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turun tangan membantu.
  • Anggota DPR Dede Yusuf tak persoalkan permintaan Pemprov Aceh
  • HIngga hari ini, Rabu (17/12/2025) kondisi wilayah terdampak bencana belum pulih.
  • Korban meninggal akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumut dan Sumbar sudah mencapai 1.000 lebih.
  • Jumlah korban pengungsi mencapai  608.940 jiwa

 

 

TRIBUN-MEDAN.com -  Jumlah korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera terus bertambah seiring dengan penambahan penemuan jasad korban.

Pemerintah daerah merasa tidak mampu menangani bencana ini.

Terkini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh yang meminta dua lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turun tangan membantu.

Kedua PBB tersebut yakni United Nations Development Programme (UNDP) dan UNICEF.

Banjir dan longsor terjadi mulai 25 November lalu.

HIngga hari ini, Rabu (17/12/2025) kondisi wilayah yang terdampak bencana belum pulih.

Sementara korban meninggal akibat banjir dan longsor di Aceh, Sumut dan Sumbar sudah mencapai 1.000 lebih.

KERUSAKAN AKIBAT BENCANA - Foto pantauan udara di Kecamatan Tuka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang mengalami kerusakan cukup parah pasca dilanda banjir dan longsor. Tumpukan potongan kayu berukuran yang terbawa banjir dari perbukitan sekitar pun masih ada di lokasi ini,
KERUSAKAN AKIBAT BENCANA - Foto pantauan udara di Kecamatan Tuka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang mengalami kerusakan cukup parah pasca dilanda banjir dan longsor. Tumpukan potongan kayu berukuran yang terbawa banjir dari perbukitan sekitar pun masih ada di lokasi ini, (Tribunnews.com/Dwi Putra Kesuma)

Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, meminta langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh yang meminta bantuan dari dua lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menangani bencana tidak perlu dipersoalkan.

 

"Tidak usah dijadikan perdebatan, yang penting satu nyawa lagi bisa tertolong adalah keharusan," kata Dede kepada wartawan, Selasa (16/12/2025).

Menurut Dede, dalam kondisi darurat bencana, pemerintah daerah berhak meminta bantuan dari pihak mana pun.

Terlebih, kondisi medan yang sulit kerap menjadi kendala utama dalam penyaluran bantuan.

"Artinya, Pemda pasti berusaha semaksimal mungkin mendapat bantuan dari mana saja," ujar politikus Partai Demokrat ini.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved