Berita Viral
PERJUANGAN Lansia Usy Tambunan Selamat Dari Banjir di Tukka, Kaki Tertimpa Tembok: Kupanggil Tuhan
Perjuangan lansia Usy Tambunan (60) selamat dari banjir dan longsor di Kecamatan Tukka Tapanuli Tengah cuku dramatis.
TRIBUN-MEDAN.com - Perjuangan lansia Usy Tambunan (60) selamat dari banjir dan longsor di Kecamatan Tukka Tapanuli Tengah cuku dramatis.
Usy Tambunan yang sudah tidak muda lagi terus memanggil Tuhan ketika tertimpa tembok.
Usy Tambunan menceritakan detik-detik bisa selamat dari insiden tersebut.
Sambil memegang tongkat dan tudung kepala dengan motif kain sarung kotak-kotak berwarna biru mengatakan kakinya sempat tertimpa material tembok.
Dikatakannya, ada sekitar 1,5 jam bertarung melawan arus banjir yang sudah setinggi 2 meter sambil kakinya yang tertimpa rubuhan tembok rumah ibunya.
"Saat itu, banjir sudah seleher saya, ternyata rumah roboh dihantam banjir. Temboknya itu, kena pahaku. Enggak bisa kuperkirakan kekmana. Tapi kupanggillah Tuhan, Tuhan gerakkan kaki ku ini," ucapnya kepada Tribun Medan.
Dikatakannya, ia awalnya sudah berlari dari rumah ibunya mencari tempat aman ke gereja.
Namun, karena ibunya kedinginan, akhirnya ia kembali ke rumah sang ibu, untuk ambil baju hangat.
"Setelah ku panggil Tuhan, kek ada yang menggerakkan kaki dan tembok ini. Terus berenang aku, kulihat enggak ada lagi orang. Semuanya kayu di situ. Aku berenang selama satu jam untuk menyebrang ke gereja," jelasnya.
Baca juga: Tak Kenal Lelah, Brimob Polda Sumut Sigap Bantu Warga Pulihkan Aktivitas Pascabencana di Taput
Baca juga: Tas dan Tawa Baru untuk Anak-anak Sibolga, Polri Pulihkan Luka Pascabencana
Seperti mukjizat, kata Usy ia berkali-kali berteriak, agar Tuhannya menyelamatkannya bersama sang ibu.
"Ku panggil tuhan sepanjang berenang selama 1,5 jam ini. Ternyata sampai di gereja, mamakku sudah meninggal. Tapi enggak mau aku tinggalkan mamakku. Ada 2 hari 3 malam aku di gereja tanpa makan dan minum biar sama mamakku," jelasnya.
Pada saat air mulai surut, Usy barulah bergerak dari Gereja untuk menguburkan jasad sang ibu.
"Rumahku hancur, awalnya ada pendeta yang datang ke rumah untuk menolong mamakku yang udah stroke ini. Diangkat mamakku ke gereja. Rupanya pas aku hanyut, mamakku nanya aku di mana, tapi pendeta bilang, aku baik-baik aja. Enggak lama dari sana meninggal mamak tanpa kulihat kayak mana dia meninggal," ucapnya.
Selama dua hari tiga malam di gereja, ia pun berkali-kali berdoa kepada Tuhannya agar diberi keselamatan dan kekuatan.
"Aku lihat orang-orang sudah jalan menuju ke simpang Sipange. Aku tetap di gereja. Gak menyangka hujan dan banjir separah ini," katanya.
| REY Bantah Tipu Intan, Sebut Istrinya Sudah Tahu Identitas Wanita dari Dulu: Tak Janji Mobil Mewah |
|
|---|
| AKHIRNYA ASN Perawat yang Sepele Bikin Bayi Nyaris Tertukar Diberhentikan Sementara, Publik Geram |
|
|---|
| ANAK Pinkan Mambo Sebut Ibunya Cuma Dikasih Uang Belanja Rp 300 Ribu, Tak Salahkan Ngamen di Jalan |
|
|---|
| GAYA Anggota DPRD Amalia Nanda Sari Usir ASN yang Ribut Saat Rapat LPJ 2025: Ini Soal Etika |
|
|---|
| SIASAT LICIK 4 Pelaku Penyelundup Sabu 15 Kg, Sewa Ambulans dan Ngaku Hendak Jemput Pasien Kritis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Usy-Tambunan-saat-diwawancarai-di-Kelurahan-Hutanabolon.jpg)