Berita Viral

Peran 4 Gajah Sumatera dalam Penanganan Bencana Banjir Bandang di Aceh Menjadi Sorotan

Empat ekor gajah bernama Abu, Mido, Ajis, dan Noni dikerahkan untuk membantu membersihkan puing-puing kayu bencana banjir di Aceh

Editor: AbdiTumanggor
Facebook/Kolase Tangkapan Layar Kompas.com
Keempat ekor gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang jinak ini dikerahkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk membantu penanganan bencana di Desa Meunasah Bie, Pidie Jaya, Aceh, Senin (8/1/2025). Dengan dipandu oleh mahout atau pawang, gajah-gajah tersebut membantu membersihkan puing-puing kayu besar yang berserakan dan membuka jalan yang tertutup oleh reruntuhan, sehingga memudahkan evakuasi dan akses bagi warga serta petugas. Foto ini memperlihatkan salah satu gajah yang sedang mengangkat kayu besar dengan bantuan mahoutnya, menggambarkan peran penting hewan besar ini dalam proses pemulihan pasca-bencana. Kehadiran gajah tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan semangat dan harapan bagi masyarakat yang terdampak bencana. (Kolase Tangkapan Layar Kompas.com) 

Empat Gajah sebagai Tenaga Penolong di Lokasi Bencana:

Ringkasan Berita:
  • Gajah itu dikerahkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.
  • Empat gajah itu untuk membantu membersihkan puing-puing kayu dan material berat.
  • Keempat gajah membantu tim SAR di Kecamatan Meurah Dua dan Kecamatan Meureudu.
  • Selain membersihkan puing-puing, keempat gajah juga digunakan untuk mengantar logistik kepada para korban banjir dan membantu mencari korban yang belum ditemukan.
  • Gajah akan diperbantukan selama 7 hari ke depan

 

TRIBUN-MEDAN.COM - Empat ekor gajah bernama Abu, Mido, Ajis, dan Noni dikerahkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk membantu membersihkan puing-puing kayu dan material berat yang terseret arus banjir bandang di sejumlah desa di Kecamatan Meurah Dua dan Kecamatan Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Gajah-gajah ini berasal dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Share dan telah terlatih khusus untuk tugas-tugas berat seperti ini.

Kepala KSDA Wilayah Sigli, Hadi Sofyan, menjelaskan bahwa gajah-gajah jinak tersebut memiliki pengalaman panjang dalam membantu pembersihan pasca bencana, termasuk saat tsunami Aceh 2004.

"Gajah terlatih yang kita bawa ini sebanyak empat ekor, dan semuanya dari PLG (Pusat Latihan Gajah) Share. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, termasuk saat tsunami di Aceh, kehadiran gajah sangat membantu membersihkan puing-puing,"kata Kepala KSDA Wilayah Sigli, Hadi Sofyan.

Selain itu, gajah ini juga dapat digunakan untuk mengantar logistik kepada para korban banjir di Pidie Jaya, termasuk mencari korban yang belum ditemukan.

"Kita target pembersihan di lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya. Untuk durasi, kami akan bertugas selama tujuh hari di sini, terakhir 14 Desember 2025," katanya.

Mereka mampu membuka akses jalan darat antardesa yang masih terputus dan membersihkan lokasi yang tidak bisa dijangkau oleh alat berat. 

Dengan kekuatan dan kelincahan mereka, gajah dapat menjangkau area-area yang sulit diakses oleh kendaraan atau manusia, sehingga mempercepat proses evakuasi dan distribusi bantuan.

gajah Sumatra dikerahkan membantu penanganan bencana
Keempat ekor gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang jinak ini dikerahkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk membantu penanganan bencana di Desa Meunasah Bie, Pidie Jaya, Aceh, Senin (8/1/2025). Dengan dipandu oleh mahout atau pawang, gajah-gajah tersebut membantu membersihkan puing-puing kayu besar yang berserakan dan membuka jalan yang tertutup oleh reruntuhan, sehingga memudahkan evakuasi dan akses bagi warga serta petugas. Foto ini memperlihatkan salah satu gajah yang sedang mengangkat kayu besar dengan bantuan mahoutnya, menggambarkan peran penting hewan besar ini dalam proses pemulihan pasca-bencana. Kehadiran gajah tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan semangat dan harapan bagi masyarakat yang terdampak bencana. (Tribunnews.com)

Dukungan Psikologis Melalui Kehadiran Gajah

Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, menambahkan bahwa kehadiran gajah tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu fisik, tetapi juga sebagai sarana trauma healing bagi anak-anak korban banjir.

Kehadiran gajah yang jinak dan ramah mampu menghadirkan suasana ceria, mengurangi ketegangan, dan membantu memulihkan kondisi psikologis masyarakat terdampak bencana.

“Gajah-gajah ini kita datangkan bukan hanya untuk mengangkat material berat, tetapi juga untuk kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban banjir. Kehadiran gajah dapat menghadirkan suasana ceria, mengurangi ketegangan, dan membantu memulihkan kondisi psikologis mereka,”ucap Faisal.

Lebih lanjut, Faisal menyebut langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen Polri dan stakeholder terkait untuk memberi pelayanan humanis dan responsif. 

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved