Berita Viral
Peran 4 Gajah Sumatera dalam Penanganan Bencana Banjir Bandang di Aceh Menjadi Sorotan
Empat ekor gajah bernama Abu, Mido, Ajis, dan Noni dikerahkan untuk membantu membersihkan puing-puing kayu bencana banjir di Aceh
Empat Gajah sebagai Tenaga Penolong di Lokasi Bencana:
Ringkasan Berita:
- Gajah itu dikerahkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh.
- Empat gajah itu untuk membantu membersihkan puing-puing kayu dan material berat.
- Keempat gajah membantu tim SAR di Kecamatan Meurah Dua dan Kecamatan Meureudu.
- Selain membersihkan puing-puing, keempat gajah juga digunakan untuk mengantar logistik kepada para korban banjir dan membantu mencari korban yang belum ditemukan.
- Gajah akan diperbantukan selama 7 hari ke depan
TRIBUN-MEDAN.COM - Empat ekor gajah bernama Abu, Mido, Ajis, dan Noni dikerahkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh untuk membantu membersihkan puing-puing kayu dan material berat yang terseret arus banjir bandang di sejumlah desa di Kecamatan Meurah Dua dan Kecamatan Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Gajah-gajah ini berasal dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Share dan telah terlatih khusus untuk tugas-tugas berat seperti ini.
Kepala KSDA Wilayah Sigli, Hadi Sofyan, menjelaskan bahwa gajah-gajah jinak tersebut memiliki pengalaman panjang dalam membantu pembersihan pasca bencana, termasuk saat tsunami Aceh 2004.
"Gajah terlatih yang kita bawa ini sebanyak empat ekor, dan semuanya dari PLG (Pusat Latihan Gajah) Share. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, termasuk saat tsunami di Aceh, kehadiran gajah sangat membantu membersihkan puing-puing,"kata Kepala KSDA Wilayah Sigli, Hadi Sofyan.
Selain itu, gajah ini juga dapat digunakan untuk mengantar logistik kepada para korban banjir di Pidie Jaya, termasuk mencari korban yang belum ditemukan.
"Kita target pembersihan di lokasi terdampak banjir bandang di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua Kabupaten Pidie Jaya. Untuk durasi, kami akan bertugas selama tujuh hari di sini, terakhir 14 Desember 2025," katanya.
Mereka mampu membuka akses jalan darat antardesa yang masih terputus dan membersihkan lokasi yang tidak bisa dijangkau oleh alat berat.
Dengan kekuatan dan kelincahan mereka, gajah dapat menjangkau area-area yang sulit diakses oleh kendaraan atau manusia, sehingga mempercepat proses evakuasi dan distribusi bantuan.
Dukungan Psikologis Melalui Kehadiran Gajah
Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, menambahkan bahwa kehadiran gajah tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu fisik, tetapi juga sebagai sarana trauma healing bagi anak-anak korban banjir.
Kehadiran gajah yang jinak dan ramah mampu menghadirkan suasana ceria, mengurangi ketegangan, dan membantu memulihkan kondisi psikologis masyarakat terdampak bencana.
“Gajah-gajah ini kita datangkan bukan hanya untuk mengangkat material berat, tetapi juga untuk kegiatan trauma healing bagi anak-anak korban banjir. Kehadiran gajah dapat menghadirkan suasana ceria, mengurangi ketegangan, dan membantu memulihkan kondisi psikologis mereka,”ucap Faisal.
Lebih lanjut, Faisal menyebut langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen Polri dan stakeholder terkait untuk memberi pelayanan humanis dan responsif.
Peran Gajah dalam Penanganan Bencana
Gajah Sumatera Bantu Penanganan Bencana di Aceh
Penanganan Bencana Banjir di Aceh
Tumpukan Kayu di Aceh Tamiang
banjir dan longsor di sumatera
| INILAH 10 Poin Syarat yang Diajukan Iran dan Disetujui Trump, Akhirnya Resmi Gencatan Senjata |
|
|---|
| TEGAS, Dedy Mulyadi Langsung Copot Kepala Samsat Buntut Persulit Warga Bayar Pajak Kendaraan |
|
|---|
| Pengakuan Menkeu Purbaya Kecolongan Pengadaan 21.800 Motor oleh BGN untuk Program MBG |
|
|---|
| DETIK-DETIK Akhir Deadline Ultimatum Trump, Iran Ajukan Gencatan Senjata dan Buka Selat Hormuz |
|
|---|
| Pengantin Wanita Ini Nangis Saat Malam Pertama, Suaminya Ternyata Perempuan, Kini Lapor Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Keempat-ekor-gajah-Sumatra-dikerahkan-oleh-Balai-Konservasi-Sumber-Daya-Alam.jpg)