Berita Viral
PILU Korban Banjir di Tapteng, Ayu Hura dan Keluarganya Terpaksa Makan Durian Selama 4 Hari
Kisah pilu terus terdengar dalam bencana banjir dan longsor di Tapanuli Tengah.
TRIBUN-MEDAN.com - Kisah pilu terus terdengar dalam bencana banjir dan longsor di Tapanuli Tengah.
Para korban mengalami perjuangan yang berat setelah air menghantam rumah mereka.
Banyak korban yang terjebak dan kesulitan makanan setelah diterpa banjir.
Seorang korban bernama Ayu Hura yang tinggal di Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah masih mengingat betul ketika bencana alam banjir bandang, maupun longsor yang menerjang pemukiman mereka.
Banjir yang membawa kayu-kayu gelondongan, maupun batu hampir memusnahkan seluruh pemukiman yang berada di lorong 3 dan 4.
Rumah-rumah hancur tersapu air, tertimbun lumpur, maupun tertimpa batu gunung.
Kini, pemukiman tersebut kosong seperti perkampungan mati ditinggal penghuninya.
Sungai yang dulu jernih, kini sudah rata dengan tanah lumpur mengakibatkan aliran tertutup dan membentuk aliran baru tak menentu ke rumah warga.
Baca juga: Rumah-rumah Tuhan Terdampak Banjir, Masjid Muslimin Penuh Lumpur
Baca juga: INI Ciri Tactical Vest Pelat Balistik yang Digunakan Verrell Bramasta di Lokasi Bencana Jadi Sorotan
Di balik bencana alam yang terjadi pada Selasa 25 November lalu, Ayu Hura, warga sekitar menceritakan bagaimana ia dan keluarganya terisolasi selama 4 hari tanpa makanan.
Selama 4 hari, ia dan keluarganya memakan buah durian dan beberapa buah-buahan lainnya untuk bertahan hidup.
Sebab mereka tidak sempat menyelamatkan harta benda, maupun stok makanan.
Ditambah Kelurahan Hutanabolon atau se Kecamatan Tukka terisolasi betul-betul akibat jalanan longsor, banjir ditambah kayu gelondongan.
"Sempat terisolasi selama 4 hari. Kami bertahan hidup makan durian selama 4 hari dan buah-buahan,"kata Ayu Hura, Sabtu (6/12/2025).
Duduk diatas mobil pikap yang ditumpangi untuk pulang, Ayu menceritakan, peristiwa mencekam itu dengan jelas.
Saat itu, Selasa 25 November lalu, ia dan keluarganya sedang bersantai karena hujan terus mengguyur sejak beberapa hari.
Sekitar pukul 09:00 WIB, tiba-tiba air datang dari perbukitan begitu besar sembari membawa kayu gelondongan dan batu-batu gunung berukuran besar.
Ia, dan anggota keluarganya pun langsung keluar ke wilayah yang aman untuk menyelamatkan diri.
Menurut Ayu, ia selamat karena sudah mengantisipasi akan terjadi banjir bandang.
Sebab, tiga hari sebelumnya sudah mendapat informasi.
Sedangkan di lorong 3 dan 4, Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah sebanyak 20 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor.
Sebanyak 9 orang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Lalu 11 orang lagi belum ditemukan hingga saat ini.
"Airnya itu naik naik kemudian habis itu ambruk, air, kayu dan lumpur. 20 orang meninggal dunia."
Baca juga: UPDATE Jumlah Korban Tewas dan Hilang Pascabencana di Sumatera, Totalnya Sudah Mencapai 1.303 Jiwa
Baca juga: UPDATE Data BNPB, Jumlah Korban Bencana Sumatra 914 Jiwa, Sumut 329 Meninggal, Aceh 359, Sumbar 226
(cr25/Tribun-medan.com)
bencana banjir dan longsor di Tapanuli Tengah
longsor di Tapanuli Tengah
Ayu Hura
Tribun-medan.com
| KAGET Ada Maling Sembunyi di Kamar Mandi Rumahnya, Siswi SMK Tewas Dianiaya Pakai Sikat Lantai |
|
|---|
| Sudewo Wariskan Pengadaan Kursi Pijat Tembus Rp180 Juta, Kini Dibatalkan Plt Bupati |
|
|---|
| Robig Zaenudin Eks Polisi Penembak Pelajar Dipindahkan ke Nusakambangan, Ketahuan Edarkan Narkoba |
|
|---|
| NASIB Siswa SLB Pagar Alam Tak Pernah Terima MBG, Padahal Sekolah Sebelah Rutin, Kepsek: Bingung |
|
|---|
| POLISI Buru Pria yang Pamer Senpi Setelah Ditegur Tak Antre Saat di SPBU Kota Bandung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kondisi-di-lorong-3-dan-4-Kelurahan-Hutanabolon-Kecamatan-Tukka_111.jpg)