Rumah-rumah Tuhan Terdampak Banjir, Masjid Muslimin Penuh Lumpur
Masjid yang menjadi tempat masyarakat sekitar beribadah itu ikut terdampak banjir hebat. Air naik hingga setinggi pintu.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hati siapa yang tak pilu melihat rumah ibadah terendam banjir? Begitu pula yang dirasakan Wali Kota Medan, Rico Waas, saat meninjau Masjid Muslimin di Gang Jaya, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Rabu (3/12).
Masjid yang menjadi tempat masyarakat sekitar beribadah itu ikut terdampak banjir hebat. Air naik hingga setinggi pintu, merendam ruang dalam masjid. Sejumlah perlengkapan ibadah rusak, mulai dari sajadah, Alquran, hingga sound system yang tak lagi bisa difungsikan. Di bagian belakang, dinding kamar mandi terlihat retak akibat tergerus air.
Rico Waas tiba dengan berjalan kaki, menyusuri Gang Jaya yang masih menyisakan sisa lumpur. Sepanjang jalan menuju masjid, ia tak henti menyapa warga yang rumahnya juga terdampak banjir.
Wajah-wajah lelah warga menyimpan cerita yang langsung mereka utarakan kepada orang nomor satu di Pemko Medan itu. “Pak, tiap hujan deras kami langsung was-was,” bisik seorang ibu, berharap suaranya didengar. Dan memang, seluruh keluhan itu disimak Rico satu per satu.
Sesampainya di masjid, Rico tampak terdiam sejenak melihat kondisi bangunan. Lumpur masih menempel di teras. Di dalam, garis bekas banjir terlihat jelas di dinding hingga setinggi pintu. Kondisi itulah yang membuat Rico tak kuasa menyembunyikan keprihatinannya. “Insyaallah akan kita benahi dan bantu untuk perbaikan masjid Muslimin,” ucapnya.
Ia menjelaskan, hampir semua perlengkapan ibadah rusak. Dinding yang retak juga harus segera diperbaiki agar aman dipakai kembali oleh jamaah. “Hari ini kita lakukan pembersihan lagi,” kata Rico.
“Padahal kemarin sudah dibersihkan, tapi semalam hujan turun lagi, air naik sedikit dan membawa lumpur ke halaman Masjid," timpal warga.
Meski begitu, upaya perbaikan tetap dilakukan. Rico ingin masjid ini kembali menjadi tempat yang nyaman bagi warga untuk beribadah.
Terkait keluhan warga soal banjir yang tak kunjung selesai, Rico memastikan Pemko Medan sudah memprogramkan pembangunan parit baru di tengah akses jalan Gang Jaya. “Sudah kita programkan. Awal tahun nanti kita kerjakan pembangunannya,” tegasnya.
Warga berharap, parit itu bisa menjadi solusi untuk meminimalkan luapan air yang selama ini merendam pemukiman mereka.
Baca juga: Banjir di Harjosari II Medan, Warga Berharap Solusi Permanen dari Pemerintah
Bantuan untuk Masjid dan Warga
SELAIN meninjau kondisi masjid, Rico Waas juga menyerahkan bantuan berupa makanan, air mineral, peralatan mandi, hingga minyak kayu putih untuk warga terdampak banjir. Bantuan perlengkapan masjid juga turut diberikan.
“Semoga bisa membantu meringankan beban warga,” ujarnya.
Di tengah kelelahan setelah banjir, kehadiran Wali Kota Medan ini setidaknya membawa harapan baru bagi warga Gang Jaya, bahwa rumah ibadah mereka akan kembali berdiri dengan layak, dan upaya mengurangi banjir mulai dikerjakan. (dyk/Tribun-Medan.com)
| Rapat Penanganan Banjir Memanas, Anggota DPRD Renville Singgung Dana 1,5 Triliun di Medan |
|
|---|
| Aksi Seribu Lilin, Mahasiswa Minta Pemerintah Tetapkan Banjir-Longsor Sumatra Jadi Bencana Nasional |
|
|---|
| 427 Unit Rumah Rusak akibat Banjir, Data Akhir Jadi Calon Penerima Bantuan dari Pemerintah |
|
|---|
| Akhirnya Prabowo Perintahkan Audit TPL, Diduga Penyebab Bencana Banjir Sumut, Siapa Pemilik PT TPL |
|
|---|
| Banjir di Harjosari II Medan, Warga Berharap Solusi Permanen dari Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Banjir-Medan2.jpg)