Banjir Bandang Tapanuli

Kapolri Temukan Kayu Gelondongan Banjir Bandang Tapanuli Bekas Digergaji, Janji Usut Tuntas Pelaku

Kayu gelondongan terlihat di area banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, hingga Kota Sibolga.

TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan
BERLARI - Warga belari saat melintasi jalan bertumpuk gelondongan kayu di Garoga, Batangtoru, Tapsel (4/12/2025). Kondisi di desa ini muncul sebuah aliran sungai baru yang menerjanga rumah warga saat banjir bandang. 

TRIBUN-MEDAN.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo temukan kayu gelondongan banjir bandang di Tapanuli bekas digergaji.

Gelondongan kayu yang berserakan di area banjir bandang Sumatera memunculkan arah baru dalam penyelidikan penyebab parahnya bencana tersebut.

Kayu gelondongan terlihat di area banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Tapanuli Selatan, hingga Kota Sibolga.

Sebuah video viral di media sosial menunjukkan, gelondongan kayu juga terbawa arus banjir di Jembatan Aek Garoga, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan.

Dari pemeriksaan awal, sejumlah batang kayu ditemukan memiliki bekas potongan chainsaw (gergaji mesin), mengindikasikan adanya aktivitas pemotongan sebelum gelondongan itu terseret arus. Temuan ini menjadi perhatian utama aparat yang tengah menelusuri asal-usul material kayu tersebut.

Meskipun belum menyimpulkan keterkaitannya dengan banjir bandang, jejak potongan itu penting untuk memetakan kemungkinan alur perjalanan kayu gelondongan dari hulu ke titik bencana.

Saat ini, tim gabungan masih mengumpulkan sampel kayu, mendata jenis-jenisnya, serta membandingkan pola potongan dengan alat yang mungkin digunakan. 

BANJIR BANDANG - Seorang warga sedang melihat mobil yang melintas usai banjir bandang di Huta Godang, Batangtoru, Tapsel, Kamis (27/11/2025).
BANJIR BANDANG - Seorang warga sedang melihat mobil yang melintas usai banjir bandang di Huta Godang, Batangtoru, Tapsel, Kamis (27/11/2025). (TRIBUN MEDAN/Azis Husein Hasibuan)

Temuan chainsaw tersebut dipandang dapat membuka jalur penelusuran lebih lanjut, mulai dari lokasi asal pohon hingga pihak-pihak yang mungkin terlibat dalam aktivitas pemotongan sebelum bencana terjadi.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menuturkan sudah melakukan investigasi sementara terhadap potongan kayu gelondongan tersebut.

"Jadi yang jelas dari temuan tim di lapangan ada berbagai jenis kayu kita dapati ada beberapa terdapat bekas potongan dari chainsaw (gergaji mesin), itu yang akan kita dalami," ujarnya di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2025).

Pihaknya bersama dengan Kemenhut dan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) bakal bersama-sama mengusut gelondongan kayu yang terbawa banjir bandang

Tim akan bergerak cepat dari hulu ke hilir dalam melakukan penyelidikan.

Kapolri menyampaikan dugaan pelanggaran dari bencana banjir bandang di Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh masih akan terus didalami.

Menurutnya dalam sesegera mungkin akan disampaikan perkembangannya.

"Tentunya kami menyambut baik dan akan melakukan kerja sama dengan Menhut dan tim untuk membentuk satgas gabungan untuk melakukan penyelidikan terkait dengan temuan-temuan kayu, yang diduga juga ini berdampak terhadap kerusakan dan terjadinya beberapa jembatan, beberapa rumah, dan juga korban jiwa," tuturnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved