Berita Viral

Korban Banjir Longsor di Sumut, Sumbar, Aceh Per Hari Ini: Korban Tewas 272 Orang, 286 Masih Hilang

Untuk sementara ini, korban meninggal dunia di wilayah tiga provinsi ini mencapai 272 orang dan 286 orang masih dalam pencarian.

Editor: AbdiTumanggor
Tribunnews.com
Personel Polairud bersama tim SAR gabungan menembus arus banjir di Desa Tanah Bolon, Tapteng, Kamis (27/11). Dengan akses terputus dan cuaca buruk, mereka tetap menyisir sungai demi mengevakuasi warga serta menemukan korban yang terseret arus. 

Korban Banjir dan Longsor di Sumut, Aceh, dan Sumbar per Sabtu (29/11/2025):

Ringkasan Berita:
  • Di Sumatera Utara (Sumut) korban tewas 147 orang, 174 orang masih hilang.
  • Di Sumatera Barat (Sumbar) korban tewas 61 orang, 90 orang masih hilang.
  • DI Aceh korban tewas 35 orang, masih hilang 25 orang.

 

TRIBUN-MEDAN.COM - Bencana banjir dan longsor yang melanda Pulau Sumatera khususnya di Sumatera Utara (Sumut), Sumatera Barat (Sumbar), dan Aceh telah menimbulkan korban jiwa. Untuk sementara ini, korban meninggal dunia di wilayah tiga provinsi ini mencapai 272 orang dan 286 orang masih dalam pencarian.

Data terbaru yang dirilis oleh Polda Sumatera Utara (Sumut) hingga Sabtu (29/11/2025), mencatat 147 orang meninggal dunia, 174 orang masih dalam pencarian, dan lebih dari 28 ribu warga mengungsi akibat bencana ini.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengungkapkan bahwa sejak 24 November hingga 29 November 2025, tercatat 488 kejadian bencana alam di wilayah Sumut dengan total 1.076 korban, termasuk 147 meninggal dunia.

Wilayah yang paling parah terdampak adalah Kabupaten Tapanuli Tengah dengan 56 kejadian bencana, 691 korban, termasuk 47 meninggal dunia dan 51 masih dalam pencarian.

Kota Sibolga juga mengalami dampak berat dengan 33 korban meninggal dan 56 orang hilang.

Selain itu, daerah seperti Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan lainnya juga mengalami peningkatan longsor dan banjir yang memaksa ribuan warga mengungsi.

Polda Sumut mengerahkan lebih dari 3.500 personel untuk melakukan evakuasi, membuka akses jalan yang terputus, mendistribusikan logistik, mendirikan dapur lapangan, dan memberikan pelayanan kesehatan kepada warga terdampak.

Kombes Pol Ferry menegaskan bahwa prioritas utama adalah penyelamatan jiwa, pencarian korban hilang, dan pemulihan masyarakat terdampak.

Sementara itu, Kepala BNPB, Suharyanto, melaporkan bahwa data korban jiwa di Sumut masih berpotensi bertambah karena masih ada titik longsoran yang belum bisa dijangkau tim evakuasi.

Pendataan dan pencarian terus dilakukan dengan harapan dapat menemukan korban yang masih hilang.

Jumlah pengungsi di Sumut tersebar di berbagai titik, dengan konsentrasi terbesar di Mandailing Natal dan Tapanuli Tengah.

Banyak pengungsi yang tinggal di gedung olahraga dan bangunan gereja yang disulap menjadi tempat penampungan sementara. Kondisi jalur transportasi dan komunikasi mulai membaik, meskipun masih ada beberapa daerah yang sulit dijangkau.

Baca juga: TERJEBAK BANJIR, Warga Griya Bestari Marelan Krisis Pangan dan Air Bersih!

BANJIR BANDANG - Banjir bandang di Hutanabolon, Tukka, Tapanuli Tengah, Selasa (25/11/2025)
BANJIR BANDANG - Banjir bandang di Hutanabolon, Tukka, Tapanuli Tengah, Selasa (25/11/2025) (Kolase Tribun Medan/Istimewa)

////

Banjir dan Longsor di Sumbar Tewaskan 61 Jiwa dan 90 Orang Masih Dalam Pencarian

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved