Banjir di Thailand
Thailand Terdampak Banjir Bandang, 33 Orang Tewas, Disebabkan Tersengat Listrik dan Tenggelam
Banyak wilayah lumpuh dan akses bantuan terputus, membuat upaya penyelamatan semakin sulit.
TRIBUN-MEDAN.com - Tak hanya banjir besar melanda Indonesia, sejumlah negara tetangga seperti Thailand juga mengalami hal serupa.
Tepatnya di Thailand Selatan dilanda hujan ekstrem yang memicu banjir dengan ketinggian hingga dua meter, sehingga menewaskan sedikitnya 33 orang.
Kota Hat Yai di Provinsi Songkhla mengalami dampak terparah, mencatat curah hujan terberat dalam 300 tahun terakhir berdasarkan data Departemen Irigasi Kerajaan.
Banyak wilayah lumpuh dan akses bantuan terputus, membuat upaya penyelamatan semakin sulit.
Juru bicara pemerintah Thailand, Siripong Angkasakulkiat, mengatakan kepada wartawan,
“Pihak berwenang mengatakan 33 orang telah meninggal di tujuh provinsi, dengan penyebab termasuk banjir bandang, tersengat listrik, dan tenggelam.”
Baca juga: BERANINYA Warga Thailand Meniti Kabel Listrik Lewati Banjir
Ratusan ribu warga terjebak
Sekitar 150.000 warga Hat Yai terjebak banjir tanpa akses keluar ataupun bantuan.
Seree Supratid, Direktur Pusat Perubahan Iklim dan Bencana di Universitas Rangsit sekaligus Wakil Presiden Yayasan Dewan Peringatan Bencana Nasional, menulis pembaruan di Facebook pada Rabu (26/11/2025) yang menyebut bahwa jumlah warga terdampak sangat besar dan memerlukan evakuasi segera.
Menurut The Bangkok Post, kabinet Thailand telah menetapkan Songkhla sebagai zona bencana untuk mempercepat penyaluran dana respons darurat, sementara hujan deras masih mengguyur sebagian besar wilayah selatan.
Sementara itu, kantor berita Reuters melaporkan bahwa hujan lebat telah memengaruhi sembilan provinsi di Thailand bagian selatan dan berdampak pada sekitar 2,1 juta orang.
Baca juga: Curah Hujan Tinggi, Aliran Sungai Bahilang Tebing Tinggi Meluap ke Pemukiman Warga
Sebanyak 13.000 warga kini mengungsi ke pusat-pusat penampungan, sementara banyak lainnya terputus dari akses bantuan. Panggilan darurat ke kelompok penyelamat datang tanpa henti.
Seorang anggota kelompok relawan di laman Facebook Hat Yai’s Matchima Rescue Group mengatakan, “Panggilan terus berdatangan tanpa henti dalam tiga hari terakhir, jumlahnya ribuan, meminta untuk dievakuasi dan lainnya meminta makanan.”
Unggahan seruan pertolongan dari warga yang terjebak membanjiri media sosial. Seorang warga bernama Pingojung Ping menulis bahwa ia terjebak bersama lima orang lainnya, dua di antaranya lansia.
Pengguna Facebook lainnya, The Hong Tep, menulis, “Kami berlima bersama seorang anak kecil tanpa beras dan air. Sinyal telepon sudah terputus – air naik dengan cepat.”
Baca juga: HILANG KONTAK, Keluarga Korban Banjir Tapteng Yang Terjebak di Hutan Sudah Tak Bisa Dihubungi
| Diancam Parang dalam Angkot di Medan, Dua Penumpang Wanita Nekat Melompat dan Satu Tak Sadarkan Diri |
|
|---|
| MOMEN Kepala BIN Letjen Herindra Menghadap Letkol Teddy di Kantor Seskab |
|
|---|
| INILAH 10 Poin Syarat yang Diajukan Iran dan Disetujui Trump, Akhirnya Resmi Gencatan Senjata |
|
|---|
| TEGAS, Dedy Mulyadi Langsung Copot Kepala Samsat Buntut Persulit Warga Bayar Pajak Kendaraan |
|
|---|
| Pengakuan Menkeu Purbaya Kecolongan Pengadaan 21.800 Motor oleh BGN untuk Program MBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Banjir-di-thailand-bernama.jpg)