Berita Viral
Sosok Asmiati Guru Honorer 22 Tahun di Luwu, Rela Nginap di Kelas Demi Bisa Mengajar
inilah sosok Asmiati, guru honorer 22 tahun di Luwu, Sulawesi Selatan yang rela tidur di kelas demi bisa mengajar
Menurut Asmiati, tak ada pilihan selain menggunakan jasa ojek.
Ia rela merogoh kocek setidaknya Rp120 ribu, untuk perjalanan dari Palopo hingga Bastem Utara.
"Lebih baik korban materi dari pada korban jiwa," akunya.
Kondisi inilah yang membuat Asmiati memberanikan diri menginap di sekolah.
Memastikan jika setiap mata pelajaran dimulai, ia bisa tepat waktu memasuki ruang kelas.
Baca juga: Harga Pasar Properti Residential Naik, Pembeli Muda Minggir, Beralih dari Membeli ke Menyewa
Hitung-hitung sedikit menghemat pengeluaran dan menjamin keselamatannya dari bahaya longsor yang sewaktu-waktu bisa datang.
Asmiati pun menyulap satu ruangan kelas berukuran 6×6 meter, untuk dijadikan tempatnya beristirahat.
Ruangan kelas itu ia sekat dengan kain sederhana, digantung melintang, kemudian dipaku di masing-masing ujungnya.
"Alhamdulillah aman, karena aman ya betah di sini," ujarnya.
Karena berada di pedalaman, akses seperti toko kelontong maupun pasar pun terbatas.
Membuat Asmiati harus menyetok bahan makanan, untuk nantinya diolah.
"Iya, biasanya kalau saya mau naik ke Bastem Utara, semua keperlukan itu saya ikutkan selama masih bisa dibawa ojek, tapi kalau sayur sama ikan, alhamdulillah ada langganan yang datang dari Palopo dan Toraja," terangnya.
Kondisi inilah yang ia rasakan hampir 3 tahun setelah terangkat menjadi guru di SDN 666 Pangiu.
Tapi keterbatasan akses, dikalahkan dengan semangat mengajar Asmiati.
Meski ia mengajar siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 di SDN 666 Pangiu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/NGINAP-DI-SEKOLAH-Foto-Asmiati-Abdullah-seorang-guru-di-sekolah-terpencil-di-pegunungan.jpg)