Breaking News

Berita Internasional

AKHIRNYA Tuntutan Pendemo Dipenuhi, Tunjangan Pensiun Seumur Hidup Parlemen Timor Leste Dihapus

Gelombang demonstrasi yang diwarani keicuhan di Timor Leste sejak Senin (15/9/2025) lalu, akhirnya membuahkan hasil.

Editor: Juang Naibaho
SERAMBINEWS.COM/@Qino_119
DEMO DI TIMOR LESTE - Ribuan anak muda di Timor Leste turun ke jalan memprotes keputusan parlemen yang dinilai tidak berpihak pada rakyat. Aksi yang berlangsung di depan Parlemen Nasional, Dili, Senin (15/9/2025) itu berujung ricuh setelah polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. 

TRIBUN-MEDAN.com - Gelombang demonstrasi yang diwarani keicuhan di Timor Leste sejak Senin (15/9/2025) lalu, akhirnya membuahkan hasil.

Tuntutan pendemo dipenuhi oleh pemerintah dan parlemen Timor Leste.

Dua tuntutan utama yang disuarakan rakyat Timor Leste adalah penghapusan pemberian tunjangan pensiun seumur hidup dan pembelian mobil mewah bagi anggota parlemen.

Aksi demonstrasi yang diikuti ribuan mahasiswa dan elemen lainnya, berhasil menekan parlemen.

Parlemen Timor Leste pada Rabu (17/9/2025) sepakat menghapus pemberian tunjangan pensiun seumur hidup, setelah sehari sebelumnya membatalkan pembelian mobil mewah bagi 65 anggota parlemen. 

Langkah ini diambil menyusul tekanan dari mahasiswa melalui gelombang demonstrasi yang berlangsung sejak Senin (15/9/2025).

Ribuan mahasiswa yang turun ke jalan menilai kebijakan tersebut tidak adil, mengingat kondisi ekonomi negara dengan populasi 1,3 juta jiwa itu masih bergantung pada cadangan minyak dan gas yang kian menipis. 

“Kami mulai protes ketika mereka memutuskan membeli mobil. Tapi ini meledak karena orang sudah lelah dengan semua ini. Rakyat tidak punya akses pendidikan, air bersih, dan sanitasi yang baik, tapi mereka malah membuat undang-undang untuk menguntungkan diri sendiri,” ujar Cezario Cesar, mahasiswa 30 tahun yang memimpin aksi, dilansir dari Kompas.com. 

Meski parlemen sudah mengumumkan pembatalan terhadap dua kebijakan kontroversial, ribuan mahasiswa tetap melanjutkan aksi pada hari ketiga, Rabu (17/9/2025). 

Para demonstran ingin memastikan janji parlemen benar-benar dijalankan, terutama terkait isu pembelian mobil dinas yang sempat dikabarkan sudah dipesan. 

“Rumor yang beredar mengatakan, mobil-mobil itu sudah dalam perjalanan. Karena itulah kami tetap di sini untuk memastikan uang pajak rakyat tidak disalahgunakan,” kata Trinito Gaio (42), salah satu demonstran, kepada AFP. 

Aksi yang berlangsung sejak awal pekan sempat diwarnai ketegangan.

Para demonstran membakar ban, merusak gedung pemerintah, hingga melempari polisi dengan batu. 

Aparat merespons dengan gas air mata, bahkan seorang mahasiswa mengaku terkena tembakan gas air mata saat berada di depan kampusnya. 

“Saya marah karena mereka ingin membeli mobil mewah untuk bekerja, sementara rakyat masih menderita,” kata seorang mahasiswi yang enggan disebutkan namanya kepada BBC. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved