Berita Nasional

Terungkap, Bandara Private IMIP Morowali Diizinkan untuk Para Investor

Keputusan pembangunan bandara IMIP diambil dalam rapat yang dia pimpin bersama sejumlah instansi terkait untuk para investor.

Tribunnews/Endrapta Pramudhiaz
UTANG WHOOSH - Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara "1 Tahun Pemerintah Prabowo-Gibran: Optimism On 8 persen Economic Growth" di Jakarta Selatan, Kamis (16/10/2025). Ia mempertanyakan ribut-ribut soal pembayaran utang proyek kereta cepat atau Whoosh. 

Ringkasan Berita:- Bandara tertutup di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulawesi Tengah terungkap Siapa yang mengizinkannya
Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan buka suara dan menanggapi keberadaan bandara tertutup itu
- Keputusan pembangunan bandara IMIP diambil dalam rapat yang dia pimpin bersama sejumlah instansi terkait untuk para investor

 

TRIBUN-MEDAN.com - Polemik bandara tertutup di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Morowali, Sulawesi Tengah terungkap siapa yang mengizinkannya beroperasi.

Keputusan pembangunan bandara IMIP diambil dalam rapat yang dia pimpin bersama sejumlah instansi terkait untuk para investor.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan buka suara dan menanggapi keberadaan bandara tertutup itu.

Luhut yang sekarang menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menjelaskan, keputusan pembangunan bandara IMIP diambil dalam rapat yang dia pimpin bersama sejumlah instansi terkait.

Baca juga: Prabowo Dipuji Setinggi Langit Oleh Bupati Aceh Tenggara: Kalau Bisa Bapak Presiden Seumur Hidup

"Itu diberikan sebagai fasilitas bagi investor, sebagaimana lazim dilakukan di negara-negara seperti Vietnam dan Thailand," katanya dalam unggahan di akun Instagramnya, Senin (1/12/2025).

Menurut Luhut, dengan investasi yang dikucurkan sebesar 20 miliar dolar AS, wajar mereka meminta fasilitas tertentu selama tidak melanggar ketentuan nasional.

Luhut menjelaskan bandara khusus diberikan hanya untuk melayani penerbangan domestik dan memang tidak memerlukan bea cukai atau imigrasi sesuai aturan perundang-undangan.

Baca juga: PAN Lindungi Zulkifli Hasan, Jabatan Menhut 2009 Tak Ada Hubungan Banjir Sumatera: Itu Fitnah

"Tidak pernah kami pada saat itu mengizinkan bandara di Morowali atau Weda Bay menjadi bandara internasional," kata Luhut.

Baandara khusus imip
JADI KONTROVERSI - Bandara Khusus PT IMIP di Morowali, Sulawesi Tengah. Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bilang keputusan pembangunan bandara khusus di IMIP diambil dalam rapat yang dia pimpin bersama sejumlah instansi terkait.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin geram lantaran adanya bandara di kawasan tambang PT IMIP di Morowali yang beroperasi tidak dilengkapi dengan petugas imigrasi dan bea cukai tapi bisa melayani penerbangan internasional.

Sjafrie mengatakan keberadaan bandara tanpa kehadiran negara sebagai anomali dan dikhawatirkan membuat rawan kedaulatan ekonomi Indonesia.

“DI republik ini tidak boleh ada republik di dalam republik. Kita harus tegakkan semua ketentuan tanpa kita melihat latar belakang dari manapun asalnya,” tegas Sjafrie.

Baca juga: Arya Daru & Vara 24 Kali Check In di Hotel, Suami Pangkat Letkol, Sidik Jari di Lakban Disorot Lagi

Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana mengklaim bandara tersebut resmi terdaftar di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan telah memiliki izin dan sudah menempatkan sejumlah personel lintas instansi di bandara tersebut untuk memperkuat pengawasan.

"Mengenai Morowali kemarin kami sudah menempatkan beberapa personil di sana dari bea cukai, dari kepolisan, dari kemenhub sendiri sudah ada dirjen otoritas bandara ke sana. Jadi kami sudah turun ke sana," kata Suntana di Kemenko Perekonomian, Rabu (26/11/2025).

Suntana membantah bandara tersebut ilegal dan menyatakan bandara tersebut hanya melayani penerbangan domestik.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved