Berita Medan
Warga Tutup Jalan, Lurah Bantan: Jalan Tirto Sari Sudah Dianggarkan Rp600 Juta
Namun, karena kepercayaan masyarakat yang mulai menurun, mereka tetap bersikukuh melakukan aksi.
Penulis: Haikal Faried Hermawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Lurah Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Syawal Nasution, buka suara terkait aksi pemblokiran jalan yang dilakukan warga Jalan Tirto Sari, pada Selasa (7/7/2026).
Ia memastikan bahwa perbaikan jalan tersebut sudah masuk dalam anggaran Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun ini dan akan dikerjakan tahun depan.
Namun aksi warga mempercepat respons pemerintah untuk perbaikan darurat.
Syawal Nasution menjelaskan bahwa sejak dirinya bertugas di Kelurahan Bantan sekitar empat bulan lalu, pihaknya telah mengajukan permohonan normalisasi untuk sejumlah jalan di wilayahnya, termasuk Jalan Padang, Jalan Tirto Sari, Jalan Pertiwi, Jalan Mandala Bypass, dan Jalan Pukat Banting 1 hingga Pukat Banting 5.
Terkait Jalan Tirto Sari, ia mengungkap bahwa jalan tersebut sudah diusulkan dalam Musrenbang tahun ini dengan anggaran Rp 600 juta dan akan dikerjakan pada tahun depan.
"Terkait jalan Tirto Sari itu setiap tahun sudah diusulkan lewat Musrenbang. Itu informasi dari kepling. Dan kita pastikan itu memang sudah diusulkan dan di aplikasi Musrenbang itu kan bisa dicek.
Jalan Tirto Sari itu dianggarkan 600 juta dan itu rusak parah di situ dibuat. Itu sudah Musrenbang tahun ini. Tahun depan lah itu pengerjaannya," jelas Syawal saat ditemui Tribun Medan, Rabu (8/7/2026).
Ia menambahkan bahwa jalan Tirto Sari merupakan salah satu ruas jalan dengan kondisi paling parah di Kecamatan Medan Tembung.
"Kalau menurut kita, kondisi yang cukup parah di kecamatan Medan Tembung itu ya itu salah satunya. Jalan Padang sudah, Tirto Sari belok kiri, sudah. Walaupun drainasenya ya tetap perlu juga harus diperbaiki," ujarnya.
Syawal menyebutkan bahwa rencana perbaikan Jalan Tirto Sari bukan dengan pengaspalan ulang, melainkan pengecoran beton dengan panjang sekitar 225 meter dan ketebalan 20 sentimeter.
"Bukan diaspal. Dibeton. Jalannya itu nanti mau dicor. Kalau tidak salah panjangnya 225 meter, dengan ketebalan 20 cm," tuturnya.
Sebelum aksi warga terjadi, Syawal mengaku pihak kelurahan dan lingkungan telah rutin melakukan gotong royong setiap Rabu, Jumat, dan Minggu untuk perawatan jalan dan drainase seadanya.
Bahkan, saat awal bertugas, gotong royong bisa dilakukan hampir setiap hari.
"Di samping itu kita juga upayakan untuk perawatan semampu kita lah dari lingkungan. Bersama warga kita rutin gotong royong itu Rabu, Jumat, Minggu. Tapi kalau yang dulu-dulu pas saya baru di sini bisa tiap hari itu sebenarnya," katanya.
Namun ia mengakui bahwa perawatan yang dilakukan warga memiliki keterbatasan karena perbaikan besar memang menjadi kewenangan pemerintah melalui anggaran yang lebih besar.
| BINUS Medan Buka Beasiswa hingga 100 Persen untuk Calon Mahasiswa, Ini Cara Mendaftarnya |
|
|---|
| KA Bandara Catat 2,2 Juta Penumpang KA Srilelawangsa, Naik 2,35 Persen |
|
|---|
| Festival Sastra Museum Hadir di Medan, Ajak Generasi Z Jadikan Museum Ruang Kreatif dan Berkarya |
|
|---|
| PDI-P Dorong Pemko Medan Terapkan Sistem Tapping Box, Evaluasi Perkimcikataru |
|
|---|
| Kerap Racuni Warga Pakai Barang Dagangannya, Udin Sabu Ditangkap Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/TUTUP-JALAN-Warga-Kelurahan-Bantan-menutup-akses-Jalan.jpg)