Berita Medan
Jalan Tirto Sari Rusak Parah, Warga Blokir Jalan dan Minta Perbaikan Segera
Akibat jalan seperti kubangan kerbau ini, banyak warga yang sering jatuh, terutama mereka yang tidak mengetahui kondisi jalan.
Penulis: Haikal Faried Hermawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Yanti (56) mengungkapkan keresahannya terhadap kondisi Jalan Tirto Sari, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, yang rusak parah dan tergenang air meskipun cuaca sedang panas.
Kemarahan warga pun memuncak hingga mereka melakukan aksi pemblokiran jalan pada Selasa (7/7/2026) pagi, untuk menuntut perbaikan segera.
Yanti merupakan warga yang sudah tinggal di kawasan tersebut sejak lahir menceritakan bahwa jalan di lingkungan VII sudah rusak bertahun-tahun, namun kondisinya semakin parah pada tahun ini.
Menurutnya, penyebab kerusakan jalan tersebut dikarenakan lalu lalang kendaraan berat, seperti truk kontainer yang keluar masuk dari gudang yang berada di sekitar lokasi.
"Yang rusak kali ya, semenjak yang masuk-masuk kontainer inilah. Ada gudang alat berat di situ. Jadi itu yang buat rusak. Mobil-mobilnya berat-berat. Mobil yang bawa katrol, kontainer, panjang-panjang kali," ujar Yanti saat ditemui Tribun Medan dilokasi, Rabu (8/7/2026).
Yanti menambahkan, meskipun cuaca sedang panas, jalan tetap tergenang air karena saluran drainase yang tersumbat dan tidak berfungsi dengan baik.
"Karena sampai udah panas kan beberapa hari. Ini masih tergenang ya. Semua tergenang hari pun panas. Jadi ya, gimana caranya biar kering," keluhnya.
Akibat jalan seperti kubangan kerbau ini, banyak warga yang sering jatuh, terutama mereka yang tidak mengetahui kondisi jalan.
"Orang udah banyak jatuh. Orang baru ini ya, lagi ada parit di belakang. Kan tergenang juga nih, di belakang. Kalau orang baru sering jatuh. Yang sering lewat aja pun sering jatuh. Sering lupa ada lubang ini di tengah. Kalau sudah masuk rodanya ke tengah ini, jatuh," jelasnya.
Merasa janji perbaikan dari kepala lurah tidak kunjung terealisasi, sejumlah warga dengan inisiatifnya melakukan aksi pemblokiran jalan pada Selasa (7/7/2026) pagi.
Yanti mengaku ikut serta dalam aksi tersebut.
"Karena kan udah janji kepala lurah mau memperbaiki. Tapi kok katanya kasih waktu lah, harus segera. Kalau nggak turun bantuan ya, dihalangin," tegasnya.
Aksi blokir dilakukan mulai pagi hari dan berlangsung hingga pemerintah setempat merespons.
Warga sebelumnya telah berupaya menyampaikan keluhan melalui berbagai jalur, mulai dari laporan ke kepling, lurah Bantan, hingga ke Kecamatan Medan Tembung.
"Kita posting-posting, habis itu lapor kepling, kepala desa, lanjut ke kecamatan," ungkap Yanti.
| BINUS Medan Buka Beasiswa hingga 100 Persen untuk Calon Mahasiswa, Ini Cara Mendaftarnya |
|
|---|
| KA Bandara Catat 2,2 Juta Penumpang KA Srilelawangsa, Naik 2,35 Persen |
|
|---|
| Festival Sastra Museum Hadir di Medan, Ajak Generasi Z Jadikan Museum Ruang Kreatif dan Berkarya |
|
|---|
| PDI-P Dorong Pemko Medan Terapkan Sistem Tapping Box, Evaluasi Perkimcikataru |
|
|---|
| Kerap Racuni Warga Pakai Barang Dagangannya, Udin Sabu Ditangkap Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/TUTUP-JALAN-Warga-Kelurahan-Bantan-menutup-akses-Jalan.jpg)