Berita Medan
Ibu Remaja yang Tewaskan Warga saat Tawuran di Medan sebut Anaknya Disiksa Polisi
Kata dia, kedua kaki Fadly ditembak dan hingga saat ini sudah enam bulan peluru tersebut masih bersarang di kaki Fadly.
Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN - Fatmawati, ibu kandung dari terdakwa Fadly Lukman Simanjuntak menangis meminta bantuan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Fadly didakwa oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Belawan melakukan pembunuhan terhadap seorang pria bernama M Dian Iqbal Saragih dengan menggunakan roket suar atau parachute (SOS) saat aksi tawuran di Belawan.
Fatmawati sambil menangis menceritakan bahwa saat proses penangkapan, anaknya diperlakukan tak manusiawi oleh aparat kepolisian dari Polres Pelabuhan Belawan.
Kata dia, kedua kaki Fadly ditembak dan hingga saat ini sudah enam bulan peluru tersebut masih bersarang di kaki Fadly.
"Tanggapannya kami enggak terima, anak kami diperlakukan seperti itu. Dia bukan teroris. Teroris saja enggak seperti itu diperlakukan. Kami sangat kecewa. Peluru itu harusnya setelah ditembak prosedurnya harus diangkat. Ternyata sudah jalan enam bulan kakinya masih ada pelurunya," ucap Fatmawati, Senin (6/7/2025) malam.
Dengan suara berat, ia mengemukakan kondisi anaknya serba kesulitan di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Labuhan Deli.
Sejak ditembak, dikatakan Fatmawati, anaknya tidak mendapatkan perawatan atau penanganan medis yang memadai.
"Bahkan sekarang sudah bernanah lagi kakinya. Kami kemarin datangi penyidik Polres Pelabuhan Belawan yang namanya Bapak Tomi, tapi kami malah dimarahin, disuruh pulang, disuruh belajar lagi. Anak kami masih sakit. Dengan kondisi kakinya itu, susah dia berjalan. Kakinya yang patah itu membengkok, yang kanan mengecil," tuturnya menangis.
Ia menjelaskan, kedua kaki anaknya bukan hanya ditembak, melainkan juga dipijak dan ditendang hingga akhirnya patah.
Kendati demikian, Fatmawati tak menampik bahwa anaknya ikut dalam aksi tawuran tersebut. Namun, dia sangat yakin bukan anaknya pelaku sebenarnya pembunuhan Dian.
"Tolong kasih keadilan sama anak kami dan tolong kakinya itu pelurunya segera dikeluarkan. Ada yang bisa bantu. Saya minta tolong bantulah Pak Presiden, Pak DPR Hinca Panjaitan tolong bantuannya.
Anak kami itu kakinya sudah enam bulan pelurunya belum dikeluarkan, Pak. Apa kayak gitu standar operasional prosedur (SOP) dari polisi?
Anak kami belum terbukti bersalah, sudah ditembak. Penangkapan tidak ada surat. Ditahan, disiksa," ujarnya.
Menurutnya, Fadly ditangkap seorang diri oleh anggota kepolisian Polres Pelabuhan Belawan jumlahnya sekitar 10 orang.
Fadly ditangkap saat sedang berada di rumah saudaranya di Kecamatan Percut Sei Tuan.
| Harga Ayam di Medan Rp28.000 per Kilogram, Mulai Stabil Sejak MBG Libur |
|
|---|
| Identitas Mayat Pria di Parit Depan Koramil Titi Papan, Kapolsek: Bernama Salwan Nasution |
|
|---|
| Warga Titipan Medan Dibuat Geger, Ada Mayat Pria di Dalam Parit |
|
|---|
| Viral 2 Pria Mengatasnamakan RT Lakukan Pungli ke Pedagang Pakaian, Minta Uang Perbaikan Lampu Jalan |
|
|---|
| Korupsi Dana BBM, Camat Polonia Medan dan Dua Lainnya Divonis 16 Bulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Fatmawati-ibu-kandung-dari-terdakwa.jpg)