Medan Terkini

Bayi 2 Tahun di Deli Serdang Butuh Bantuan, Alami Bocor Jantung dan Harus Dirujuk ke Jakarta

Bayi perempuan bernama Arisha Zainabba Nasution, 2 tahun, tidak seceria, dan selincah bayi seusianya.

Tayang:
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
BOCOR JANTUNG - Kondisi Arisha Zainabba Nasution, 2 tahun, terpasang selang oksigen karena menderita sakit jantung bocor sejak lahir, Jumat (15/5/2026). Saat ini ia dirujuk ke RS Jantung Jakarta, dan orang tuanya butuh bantuan biaya untuk kebutuhan, di Jakarta bayar kos, makan dan sebagainya. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Bayi perempuan bernama Arisha Zainabba Nasution, 2 tahun, tidak seceria, dan selincah bayi seusianya.

Tatapannya kosong, matanya selalu sembab karena kerap menangis menahan sesak di dada.

Langkahnya untuk riang bebas bermain tertahan karena menahan sakit yang diderita.

Di usia yang baru menginjak 2 tahun, Arisha harus lepas pasang selang ke tabung oksigen di hidung sebagai alat bantu pernafasan.

Terkadang, nafasnya tersengal-sengal disusul suara tangisnya.

Sebab, buah hati pasangan Zulfikar Nasution, dan Rohana Barus ini menderita sakit jantung bocor sejak lahir tahun 2024 lalu.

Saat ini, Arisha yang tinggal di Desa Lantasan Lama, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang harus dibawa ke rumah sakit jantung Jakarta, Jalan Matraman Raya, Palmeriam, Kecamatan Matraman, Kota Jakarta Timur.

Penanganan sakit jantung bocor yang dideritanya tak bisa lagi ditangani di RSUD Dr Adam Malik dan harus dirujuk ke Jakarta.

Dengan uang seadanya pemberian orang, sumber daya, Rohana Barus, bersama adiknya memberanikan diri menginjakkan kaki ke Kota Jakarta pada 12 Mei kemarin.

Bukan menginap di hotel, dan ada yang memberikan akses. Mereka masih meraba-raba agar sampai ke rumah sakit.

Bermodal telepon pintar, membawa banyak barang bawaan dan harapan, mereka berjuang sampai ke RS.

Bahkan, mereka harus mondar-mandir untuk mencari kos-kosan untuk tempat tinggal sementara, selama Arisha berobat.

Semua ia lakukan semata-mata untuk kesembuhan anak keduanya yang sudah menderita selama 2 tahun.

Rohana Barus mengatakan, saat ini, ia, anak, dan adiknya tinggal di kos-kosan belakang rumah sakit jantung Jakarta.

Kamar indekos seharga Rp 2 juta sebulan ini dijadikan tempat tinggal sementara selama mereka berobat, sembari menunggu hasil pemeriksaan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved