TRIBUN WIKI
5 Jalur Medan ke Berastagi Saat Libur Panjang Mei 2026, Ini Rute Terbaik dan Kondisi Jalannya
Ada 5 jalur Medan ke Berastagi yang bisa digunakan pelancong atau wisatawan yang ingin liburan di akhir pekan.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM,- Momen libur akhir pekan yang bertepatan dengan cuti bersama Kenaikan Yesus Kristus diperkirakan membuat arus wisata menuju Berastagi dan kawasan Tanah Karo meningkat tajam.
Berastagi memang menjadi salah satu destinasi favorit warga Medan dan wisatawan luar daerah karena terkenal dengan udara sejuk, wisata alam, kuliner, hingga pemandangan pegunungan yang indah.
Tidak heran jika jalur menuju Berastagi hampir selalu padat saat musim liburan panjang.
Baca juga: Wisata Bersejarah dan Edukasi di Kota Medan untuk Mengisi Libur Mei 2026
Banyak wisatawan biasanya memilih berangkat melalui jalur utama Medan–Berastagi.
Namun saat libur panjang, kemacetan sering terjadi terutama di kawasan Sembahe dan Sibolangit.
Karena itu, masyarakat perlu mengetahui jalur alternatif yang bisa digunakan agar perjalanan lebih nyaman dan efisien.
Beberapa jalur kini bahkan sudah diperbaiki dan mulai ramai dipakai pengendara untuk menghindari antrean kendaraan.
Baca juga: Kawasan Kesawan dan Warenhuis Diplot Jadi Ikon Wisata Dunia, Dispar Medan Gandeng PWPM
Selain mempertimbangkan waktu tempuh, pengendara juga perlu memperhatikan kondisi jalan dan jenis kendaraan yang digunakan.
Ada jalur yang aman dilalui semua kendaraan, tetapi ada juga rute yang hanya cocok untuk mobil tinggi atau sepeda motor.
Berikut daftar lengkap jalur Medan ke Berastagi beserta kondisi terbaru yang perlu diketahui sebelum berangkat liburan.
Baca juga: 4 Rekomendasi Wisata Keluarga yang Tidak Jauh dari Medan, Nikmati Sungai dan Permainan Outdoor
1. Jalur Utama Medan – Tuntungan – Pancur Batu – Sibolangit – Berastagi
Rute
Medan → Tuntungan → Pancur Batu → Sembahe → Sibolangit → Berastagi
Kondisi Jalan
Jalur ini menjadi rute paling populer menuju Berastagi karena menggunakan Jalan Jamin Ginting yang merupakan jalur nasional utama.
Kondisi jalannya relatif lebar, beraspal mulus, dan dapat dilalui semua jenis kendaraan mulai dari mobil kecil, SUV, bus pariwisata, truk besar, hingga sepeda motor.
Baca juga: Medan Jadi Gerbang Wisata Medis, Malaysia Healthcare Bawa 19 Rumah Sakit Terkemuka
Meski demikian, pengendara perlu berhati-hati karena jalur ini memiliki banyak tikungan dan tanjakan, terutama di kawasan Sembahe hingga Sibolangit.
Pada musim hujan, beberapa titik juga rawan longsor.
Saat libur panjang, jalur ini menjadi titik kemacetan utama dengan waktu tempuh yang bisa mencapai 3 hingga 4 jam.
Cocok untuk
✅ Semua kendaraan
✅ Pemula dan kendaraan besar
⚠️ Rawan macet saat akhir pekan dan libur panjang
2. Jalur Alternatif Medan – Deli Tua – Namorambe – Kutalimbaru – Bandar Baru – Berastagi
Rute
Medan → Deli Tua → Namorambe → Kutalimbaru → Batu Mbelin → Bandar Baru → Berastagi
Kondisi Jalan
Jalur alternatif ini mulai menjadi favorit wisatawan karena lebih tenang dan jauh dari kepadatan kendaraan besar.
Kondisi jalan sudah beraspal baik dan sebagian ruas telah diperlebar.
Meski jalannya sedikit lebih sempit dibanding jalur utama, rute ini dinilai aman untuk mobil keluarga maupun sepeda motor.
Sepanjang perjalanan, pengendara juga akan disuguhkan pemandangan sawah, perbukitan hijau, dan kebun yang masih asri.
Karena minim kendaraan berat, perjalanan terasa lebih nyaman terutama untuk wisata keluarga.
Cocok untuk
✅ Semua jenis mobil dan motor
✅ Sangat direkomendasikan saat libur panjang
✅ Cocok untuk keluarga dan pemula
3. Jalur Medan – Sibiru-biru – Talun Kenas – Bandar Baru – Berastagi
Rute
Medan → Sibiru-biru → Talun Kenas → Bandar Baru → Berastagi
Kondisi Jalan
Jalur ini dikenal sebagai rute paling sepi, tetapi kondisi jalannya masih cukup berat.
Beberapa titik dilaporkan rusak, berlubang besar, dan ada bagian pinggir jalan yang tergerus air.
Bahkan sebagian ruas masih belum diaspal sepenuhnya.
Meski begitu, jalur ini menawarkan suasana alam yang sangat sejuk dengan hutan pinus dan kebun karet di sepanjang perjalanan.
Pengendara mobil kecil disarankan menghindari jalur ini karena berisiko membuat bagian bawah kendaraan terbentur jalan rusak.
Cocok untuk
⚠️ Hanya mobil tinggi, SUV, atau pick up
✅ Aman untuk sepeda motor
❌ Tidak direkomendasikan untuk pemula dan mobil kecil
4. Jalur Pancur Batu – Namo Bintang – Sembahe – Sibolangit – Berastagi
Rute
Medan → Pancur Batu → Namo Bintang → Sembahe → Sibolangit → Berastagi
Kondisi Jalan
Jalur ini mulai ramai digunakan setelah dilakukan perbaikan besar pada 2025 hingga 2026.
Kondisi jalannya kini mulus, cukup lebar, dan jauh lebih sepi dibanding jalur utama.
Selain itu, banyak wisata air dan pemandian alami yang bisa ditemukan di sepanjang rute.
Karena menjadi jalur pintas menuju Sibolangit, banyak pengendara memilih rute ini untuk menghindari kemacetan panjang di jalur utama Medan–Berastagi.
Cocok untuk
✅ Semua jenis mobil dan motor
✅ Jalur alternatif terbaik terbaru
✅ Sangat direkomendasikan saat macet panjang
5. Jalur Patumbak – Deli Tua – Namorambe – Kutalimbaru – Berastagi
Rute
Patumbak → Deli Tua → Namorambe → Kutalimbaru → Bandar Baru → Berastagi
Kondisi Jalan
Rute ini sebenarnya masih terhubung dengan jalur alternatif Namorambe–Kutalimbaru, tetapi lebih cocok untuk warga yang berangkat dari kawasan selatan Medan atau arah Bandara Kualanamu.
Kondisi jalannya mulus, relatif sepi, dan aman untuk kendaraan pribadi maupun sepeda motor.
Cocok untuk
✅ Semua kendaraan
✅ Cocok bagi pengendara dari selatan Medan
Jalur Khusus Motor Lewat Bumi Perkemahan Sibolangit
Rute
Simpang Sembahe → Bumi Perkemahan Sibolangit → tembus Sibolangit
Kondisi Jalan
Jalur ini hanya bisa dilalui sepeda motor karena kondisi jalan berupa tanah, kerikil, sempit, dan cukup curam.
Mobil tidak diperbolehkan melintas karena aksesnya sangat terbatas dan berisiko tinggi.
Cocok untuk
✅ Sepeda motor
❌ Tidak bisa dilalui mobil
Jalur Paling Direkomendasikan Saat Libur Panjang
Untuk libur panjang Mei 2026, jalur alternatif Namorambe–Kutalimbaru menjadi salah satu rute paling direkomendasikan karena kondisi jalannya baik dan lalu lintasnya relatif lebih lancar dibanding jalur utama.
Sementara jalur Pancur Batu–Namo Bintang juga mulai menjadi pilihan baru karena sudah diperbaiki dan lebih nyaman dilalui.
Bagi wisatawan yang baru pertama kali ke Berastagi atau membawa keluarga, disarankan memilih jalur utama atau jalur Namorambe karena lebih aman dan memiliki banyak fasilitas seperti SPBU, warung makan, dan tempat istirahat.
Seluruh jalur tersebut telah tercatat sebagai jalur resmi yang dapat digunakan masyarakat umum berdasarkan pemetaan lalu lintas di Sumatera Utara.
Sebelum berangkat, pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, isi bahan bakar penuh, dan tetap berhati-hati terutama saat melintasi jalur tikungan serta kawasan pegunungan.(ray/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/macet-parah-di-jalur-longsor-sibolangit.jpg)