Medan Terkini
Gali Biji Timah di Gudang Milik PT Gunung Gahapi di Medan Deli, Dua Pria Tewas Tertimbun Tanah
Tim Basarnas Kota Medan masih terus melakukan pencarian intensif terhadap dua orang pria yang tertimbun tanah di lahan milik PT Gunung Gahapi.
Penulis: Haikal Faried Hermawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tim Basarnas Kota Medan masih terus melakukan pencarian intensif terhadap dua orang pria yang tertimbun tanah di lahan milik PT Gunung Gahapi.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin (11/5/2026) malam hari di Jalan KL Yos Sudarso, Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli.
Kedua korban diketahui merupakan warga Lingkungan 3 dan 4, Kelurahan Mabar, yang sedang mencari biji timah di area tersebut.
Mereka beraksi tengah malam dengan mengorek tanah hingga mencapai kedalaman kurang lebih 5 meter hingga membentuk tebing tanah yang rawan.
Dalam kondisi gelap gulita, para korban menggunakan alat seadanya untuk memasukkan tanah mengandung biji timah ke dalam karung goni.
Aksi tersebut diduga sudah sering dilakukan dengan memanfaatkan lubang pada tembok besar milik perusahaan yang telah dibobol sebelumnya.
Nahas, saat proses pengorekan berlangsung sekitar pukul 23.30 WIB, tebing tanah yang cukup tinggi tersebut tiba-tiba longsor dan menimbun keduanya.
Hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung dengan mengerahkan dua unit alat berat ekskavator untuk menyisir lokasi galian.
Kepala Lingkungan Sebut Korban Warga Mabar, Lokasi Sering Jadi Sasaran Pencarian Timah
Kepala Lingkungan III Kelurahan Mabar, Fahwan, membenarkan bahwa kedua pria yang tertimbun adalah warganya yang sedang mencari peruntungan di lahan tersebut.
Menurut keterangan Fahwan, aktivitas pengambilan biji timah di lahan PT Gunung Gahapi memang sudah berlangsung cukup lama secara bergantian oleh warga sekitar.
Kondisi area yang tidak memiliki batasan ketat membuat warga sering keluar masuk untuk mengorek tanah meski risiko keselamatan sangat tinggi.
"Keduanya mengorek tanah tersebut hingga mencapai kedalaman tertentu, lalu tiba-tiba tebing tanah amblas dan mereka terkubur," ujar Fahwan pada Selasa (12/5/2026).
Aksi nekat ini biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi pada malam hari untuk menghindari pantauan pihak keamanan perusahaan.
Warga sekitar tampak memadati area tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyaksikan jalannya proses pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan.
Petugas di lapangan masih berupaya keras membongkar material tanah yang cukup padat guna menemukan titik keberadaan para korban.
Pihak berwenang mengimbau warga untuk menjauhi area galian ilegal tersebut guna menghindari jatuhnya korban tambahan akibat kondisi tanah yang labil.
(cr9/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Kecanduan Judi Online, Pemuda 17 Tahun di Kota Medan Terekam CCTV Nekat Gondol Sepeda Motor |
|
|---|
| Dua Pria Tertimbun Longsoran Biji Timah di Medan Deli, Tim SAR Turunkan Alat Berat |
|
|---|
| Melanggar Aturan dan Tak Kooperatif, Teras Parkir J.CO Donuts Dibongkar Paksa Satpol PP dan SDABMBK |
|
|---|
| Eks Pejabat Pelat Merah yang Gelapkan Uang Jemaat Aek Nabara Kini Jadi Tersangka Pencucian Uang |
|
|---|
| Pria di Medan Amplas Ditangkap, Polisi Amankan 100 Gram Ganja yang Siap Diedarkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Petugas-tim-gabungan-melakukan-proses-evakuasi-terhadap-dua-orang-pria-yang-tertimbun.jpg)