Medan Terkini
Migran Centre Hadir di Kampus, Calon PMI Dapat Pelatihan dan Layanan Terpadu
Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) bersama Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) bersama Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan membangun kolaborasi pengembangan Migran Centre di lingkungan kampus sebagai pusat layanan terpadu bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Kantor KemenP2MI.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Menteri P2MI, Mukhtarudin bersama Rektor UNPRI, Chrismis Novalinda Ginting.
Kerja sama ini menjadi langkah dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi untuk membangun sistem penempatan dan perlindungan PMI yang lebih modern, terintegrasi, dan berdaya saing global.
Salah satu poin utama dalam kerja sama tersebut ialah pengembangan Migran Centre sebagai pusat layanan terpadu atau one stop service di lingkungan kampus.
Fasilitas ini nantinya melayani berbagai kebutuhan calon pekerja migran, mulai dari pelatihan keterampilan, edukasi prosedur penempatan, hingga pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan.
“Dengan dukungan lima rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang dimiliki, UNPRI dinilai memiliki keunggulan dalam menyediakan layanan medical check-up yang terintegrasi dengan pelatihan berbasis kompetensi. Hal ini diharapkan mampu melahirkan tenaga migran dengan keterampilan menengah hingga tinggi yang siap bersaing di pasar global,” kata Menteri P2MI.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Jenderal KemenP2MI Komjen Pol. Dwiyono, Staf Khusus Bidang Transformasi Digital Ilham Akbar Mustafa, Kepala BP3MI Sumatera Utara Harold Hamonangan, serta Kepala BP3MI DKI Jakarta Arman Muis.
Dari pihak UNPRI, rektor didampingi Wakil Rektor IV, Ali Napiah Nasution.
Sementara itu, Rektor UNPRI Prof. Chrismis Novalinda Ginting mengatakan kerja sama tersebut memperkuat konsep link and match antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri internasional.
UNPRI juga mendorong penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja global, termasuk peningkatan kemampuan bahasa, keterampilan teknis, dan literasi global.
“Inisiatif ini sejalan dengan visi Sociotechnopreneurship UNPRI, yang menggabungkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kewirausahaan sosial. Mahasiswa tidak hanya disiapkan sebagai pencari kerja, tetapi juga sebagai talenta adaptif yang mampu menciptakan peluang di tingkat internasional,” ujarnya.
Ke depan, sinergi ini diharapkan mampu mempercepat transformasi pekerja migran Indonesia menjadi tenaga profesional yang kompeten, berdaya saing, dan terlindungi secara hukum. Dengan sistem yang terintegrasi sejak bangku kuliah, lulusan UNPRI diharapkan siap bekerja sekaligus bersaing di tingkat global.
(cr26/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Curi Laptop Mahasiswa Untuk Beli Narkoba dan Judol, Pria di Medan Ditangkap |
|
|---|
| 8 Kali Masuk Penjara, Pria di Medan Ditembak Polisi dengan Barang Bukti 100 Gram Sabusabu |
|
|---|
| Tiga Kru Bus ALS dan 11 Penumpang Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Maut di Sumsel |
|
|---|
| Diduga Tak Bisa Dikenali Lagi, Polisi Segera Identifikasi 16 Korban Laka Maut Bus ALS vs Truk Tangki |
|
|---|
| PT ALS di Medan Belum Bisa Pastikan Identitas Korban Tewas dalam Lakalantas Bus di Sumsel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Penandatanganan-Nota-Kesepahaman-antara-Kementerian-Pelindungan-Pekerja-Migran-1111.jpg)