Berita Internasional

Model Ditemukan Tewas di Kamar, Polisi Temukan Diari Kekasih Korban yang Berisi Pesan Mencurigakan

Seorang model perempuan ditemukan tewas dalam kondisi mencurigakan di sebuah unit kondominium di Bang Bua Thong, Nonthaburi, Thailand.

Tayang:
eva.vn
MODEL WANITA TEWAS - Ilustrasi wanita tewas. Seorang wanita berusia 25 tahun ditemukan tewas di kamar kondominiumnya. 

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang model perempuan ditemukan tewas dalam kondisi mencurigakan di sebuah unit kondominium di Bang Bua Thong, Nonthaburi, Thailand.

Korban diketahui bernama Panitsuda Hattadol, berusia 25 tahun, yang juga bekerja sebagai pedagang online.

Ia ditemukan tidak bernyawa pada Jumat (2/5/2026), sekitar pukul 19.00 waktu setempat di sebuah unit lantai empat.

Dikutip dari Mstar.com Rabu (6/5/2026), jasad korban ditemukan dalam posisi tergeletak di samping tempat tidur, dengan kondisi kepala tertutup dua buah bantal.

Temuan tersebut memunculkan kecurigaan kuat adanya unsur kekerasan dalam peristiwa tersebut.

Selain itu, kondisi dalam unit kondominium juga ditemukan dalam keadaan berantakan, yang mengindikasikan kemungkinan telah terjadi pergulatan sebelum korban meninggal dunia.

Hasil penyelidikan awal dari tim forensik menyimpulkan bahwa kasus ini diklasifikasikan sebagai pembunuhan. Temuan tersebut diperkuat oleh kondisi tempat kejadian perkara serta posisi tubuh korban saat ditemukan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mengumpulkan bukti-bukti tambahan guna mengungkap secara jelas kronologi kejadian.

Dalam perkembangan penyelidikan, polisi menetapkan pacar korban, Nittirun Laosuksantisawong, 33 tahun, sebagai tersangka utama.

Penetapan tersebut dilakukan setelah yang bersangkutan dilaporkan menghilang tidak lama setelah kejadian.

Keberadaannya yang tidak diketahui semakin menguatkan dugaan keterlibatannya dalam kasus tersebut.

Rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian turut menjadi salah satu petunjuk penting dalam penyelidikan. Dari rekaman tersebut, terlihat tersangka meninggalkan kondominium seorang diri pada 30 April.

Setelah itu, ia tidak dapat dihubungi maupun dilacak keberadaannya, hingga akhirnya masuk dalam daftar pencarian pihak berwenang.

Selain itu, aparat kepolisian juga menemukan sebuah buku harian yang diduga milik tersangka di lokasi kejadian.

Isi diari tersebut menimbulkan perhatian khusus karena memuat pesan-pesan yang seolah mengantisipasi terjadinya sesuatu yang buruk.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved