Berita Medan
Trend Nikah on The Street di CFD Medan, Rico Waas: Cinta Saja Tidak Cukup
Melalui program GAS Nikah, lanjut Rico Waas, pasangan pengantin dimudahkan dalam mengurus administrasi.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Suasana Minggu pagi di kawasan Car Free Day (CFD) Lapangan Merdeka Medan, Minggu (3/5/2026), tampak berbeda dari biasanya.
Di tengah hiruk-pikuk warga yang berolahraga, perhatian publik justru tertuju pada sebuah prosesi sakral, pernikahan yang digelar di jalanan dan ruang terbuka.
Prosesi ini merupakan bagian dari Gerakan Sadar (GAS) Nikah yang diinisiasi oleh Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kota Medan.
Momen tersebut pun semakin istimewa dengan kehadiran Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, yang datang langsung untuk menyaksikan sekaligus memberi dukungan.
Di hadapan warga, Rico Waas menegaskan komitmen Pemerintah Kota Medan dalam memberikan perlindungan hukum bagi setiap keluarga.
Ia juga menyoroti masih adanya praktik “nikah siri” di tengah masyarakat yang dinilai berpotensi menimbulkan berbagai persoalan di kemudian hari.
“Cinta saja tidak cukup dalam pernikahan. Pernikahan yang tidak tercatat akan menimbulkan persoalan, mulai dari administrasi kependudukan, pendidikan anak, hingga akses terhadap bantuan pemerintah,” ujarnya.
Menurutnya, pencatatan pernikahan bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk perlindungan hukum bagi pasangan dan anak di masa depan.
Melalui program GAS Nikah, lanjut Rico Waas, pasangan pengantin dimudahkan dalam mengurus administrasi.
Mereka bahkan bisa langsung mendapatkan buku nikah sekaligus pembaruan data kependudukan di lokasi acara.
“Ini memudahkan masyarakat. Status pernikahan sah secara agama, sekaligus diakui negara,” jelasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat agar mencatatkan pernikahan secara resmi melalui Kantor Urusan Agama (KUA) agar memiliki kekuatan hukum yang jelas.
Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut Rico Waas juga menyampaikan pesan kepada pasangan pengantin agar menjaga keutuhan rumah tangga.
“Saya berharap pernikahan ini menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Mampu menghadapi tantangan kehidupan dengan penuh keikhlasan dan kasih sayang,” tuturnya.
Prosesi pernikahan di tengah CFD ini pun menjadi pemandangan unik sekaligus sarat makna, bahwa di tengah aktivitas publik, kesadaran akan pentingnya legalitas pernikahan terus digaungkan kepada masyarakat luas.
(Dyk/Tribun-Medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Polsek Medan Kota Bekuk Seorang Remaja Residivis di Balik Curanmor yang Tergabung Geng Motor |
|
|---|
| Tia Ayu: Program Tebus Ijazah Pemko Medan Jawaban Nyata Semangat Hardiknas |
|
|---|
| PT Medan Kuatkan Vonis 3 Tahun 6 Bulan Dirut PT IKW Korupsi Gedung Telkom Siantar |
|
|---|
| Festival Musikalisasi Puisi, Rico Waas: Seni dan Budaya Jadi Jiwa Pembangunan Kota |
|
|---|
| Soroti Pajak Parkir Rendah, DPRD Medan Nilai Kinerja Bapenda Belum Maksimal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Wali-Kota-Medan-Rico-Tri-Putra-Bayu-Waas-hadiri-momen-sakral.jpg)