Berita Medan
Tak Harus ke Kota, Evi Wulandari Hadirkan Kuliner Modern Lewat Bikin Rindu Cafe
Saat banyak orang membangun usaha di pusat keramaian, Evi Wulandari justru melihat peluang di kampung halamannya sendiri.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
Meski berada di kampung, Evi tak menutup mata terhadap kekuatan digital. Ia aktif mempromosikan usahanya lewat TikTok dan Instagram.
Menurutnya, media sosial memberi dampak besar terhadap penjualan dan membuat cafe lebih dikenal luas.
“Usaha di kampung pun sosial media tetap menunjang penjualan. Saya promosi lewat TikTok dan Instagram. Impact-nya sangat besar,” katanya.
Di balik ramainya cafe saat ini, perjalanan Evi penuh tantangan. Saat awal membangun usaha, ia sering dihantui rasa takut.
Mulai dari omzet yang tak sesuai target hingga kerusakan fasilitas di luar dugaan, semuanya pernah ia rasakan.
Selain itu, mengelola sumber daya manusia juga menjadi tantangan tersendiri. Menurutnya, kualitas karyawan sangat menentukan perkembangan usaha.
“Membangun SDM pekerja, promosi, bagaimana cafe tetap ramai terus, itu tantangan besar. Jadi saya juga belajar marketing,” ujarnya.
Kini, Bikin Rindu Cafe telah memiliki 11 pekerja. Kehadiran usaha itu pun membuka lapangan kerja baru bagi warga sekitar, termasuk lulusan sekolah yang belum mendapat pekerjaan.
“Tamat sekolah mereka bisa kerja di sini,” katanya bangga.
Salah satu kebanggaan terbesar Evi adalah melihat perubahan besar di lokasi usahanya.
Dulu, tempat itu hanyalah lahan kosong yang sepi. Kini, hampir setiap malam dipenuhi pengunjung. Lampu-lampu cafe menyala, kendaraan berdatangan, dan suasana hidup terasa berbeda.
“Awalnya tanah kosong, sekarang tiap malam sudah ramai. Banyak bersyukur, ini rezeki yang sangat besar bagi saya,” ucapnya haru.
Tak hanya menambah penghasilan keluarga, usaha itu juga memberinya kebanggaan karena mampu membuka peluang kerja bagi orang lain.
“Awalnya saya terima gaji suami saja. Sekarang bukan hanya menambah penghasilan, tapi bisa membuka peluang kerja juga,” katanya.
Sebagai perempuan pengusaha, Evi menilai kunci utama menjalankan usaha adalah komitmen dan disiplin, terutama dalam mengatur keuangan.
| Pemko Medan dan Pomparan Raja Silahisabungan Lestarikan Budaya di Era Teknologi |
|
|---|
| Baru Bebas, Pengedar Sabu Kembali Ditangkap, Polisi Sita 7,04 Gram Sabu |
|
|---|
| Pemko Medan Rangkul Aceh, Rico Waas Serahkan Bantuan Bencana Rp 50 Miliar |
|
|---|
| Sopir Ekspedisi dari Jakarta Diduga Dirampok di Medan, Disekap hingga Truk Disandera |
|
|---|
| Kemenkop Ajak Mahasiswa di Medan jadi Motor Sukseskan Program Pemerintah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/PENGUSAHA-Evi-Wulandari-pemilik-Bikin-Rindu-Cafe.jpg)