Berita Medan

Tak Harus ke Kota, Evi Wulandari Hadirkan Kuliner Modern Lewat Bikin Rindu Cafe

Saat banyak orang membangun usaha di pusat keramaian, Evi Wulandari justru melihat peluang di kampung halamannya sendiri.

Tayang:
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
IST
PENGUSAHA- Evi Wulandari, pemilik Bikin Rindu Cafe. Perempuan muda ini sukses menghadirkan cafe modern di kawasan kabupaten dan membuka peluang kerja bagi warga sekitar. 

“Cita-cita buka cafe sudah dari 2017. Prosesnya cukup lama bisa sampai di titik ini,” ujarnya.

Kini, Bikin Rindu Cafe berdiri lebih luas dengan konsep semi outdoor yang nyaman. Pencahayaan estetik dan suasana santai menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi anak muda yang ingin berkumpul atau membuat konten media sosial.

Ke depan, Evi juga berencana menghadirkan ruang indoor yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat rapat bagi para pekerja pada pagi hari.

Banyak orang mungkin bertanya, mengapa Evi tidak membuka usaha di kota? Baginya, justru di kampung peluang itu lebih besar.

Menurutnya, jika membuka usaha di kota, persaingan sangat ketat karena banyak kompetitor. Sementara di daerah, peluang masih terbuka lebar.

“Kalau di kota pasti kalah saing. Banyak kompetitor. Saya buka di kampung begini, peluangnya lebih besar karena saingan sedikit,” jelasnya.

Ia juga melihat masyarakat di sekitar lokasi usahanya banyak bergerak di sektor perkebunan sawit dan memiliki daya beli. Namun, jika ingin menikmati makanan modern, mereka harus pergi ke Kota Binjai.

“Kalau mau makan enak harus ke Kota Binjai. Jadi saya buka cafe agar orang ke tempat kita untuk makan enak, nggak harus jauh-jauh ke kota,” katanya.

Baginya, penting menghadirkan tempat modern di kampung sendiri agar masyarakat punya pilihan hiburan dan kuliner tanpa harus keluar daerah.

“Ingin mengubah pola pikir masyarakat bahwa yang keren itu bukan hanya di kota. Di kampung juga ada,” tegas Evi.

Di tengah persaingan bisnis kuliner, Evi percaya satu hal penting yakni konsistensi rasa. Menurutnya, makanan enak akan selalu dicari pelanggan.

“Konsistensinya ya menjaga rasa. Kalau enak, orang akan cari terus jualan kita,” jelasnya.

Ia juga memahami karakter masyarakat desa yang menginginkan makanan enak dengan harga terjangkau. Karena itu, Bikin Rindu Cafe berusaha menghadirkan menu berkualitas dengan harga bersahabat.

Salah satu menu andalan di tempat itu adalah dimsum yang disebut memiliki rasa tak kalah dengan cafe di kota. Selain itu, steak yang awalnya diprediksi kurang diminati justru menjadi favorit pelanggan.

“Ternyata steak jadi salah satu menu yang paling disukai. Tapi cita rasanya kami sesuaikan dengan selera lokal,” ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved