Berita Medan

Duka di Dermaga 103 Belawan, Nelayan Tewas Tenggelam di Tengah Aktivitas Bongkar Muat

Upaya evakuasi sempat terkendala padatnya aktivitas pelabuhan, namun koordinasi antarinstansi terus berjalan.

IST
Terlihat warga melakukan membawa jenazah korban, seorang nelayan ke rumah duka, setelah perahunya terhimpit di antara kapal MV Segara Bali dan dermaga, diduga akibat kuatnya arus buangan dari kapal yang tengah bersandar di Dermaga 103 Pelindo Ujung Baru, Belawan, Selasa (29/4/2026).  

TRIBUN-MEDAN.com, BELAWAN- Sebuah kecelakaan laut terjadi di sela hiruk-pikuk aktivitas bongkar muat Dermaga 103 Pelindo Ujung Baru, Belawan, Selasa (28/4/2026). 

Seorang nelayan bernama Jainal Abidin (37) tewas setelah perahunya terhimpit di antara kapal MV Segara Bali dan dermaga, diduga akibat kuatnya arus buangan dari kapal yang tengah bersandar.

Perahu kecil milik korban tenggelam dalam hitungan detik.

Jainal Abidin yang berada di atas sampan dikabarkan tak sempat menyelamatkan diri. 

Di lokasi kejadian, hanya tersisa potongan sampan dan beberapa hasil tangkapan korban.

Pasca kejadian, Tim TNI Angkatan Laut melalui Posal Medan Labuhan langsung bergerak cepat. Personel Babinpotmar dikerahkan untuk melakukan pencarian bersama Basarnas dan unsur terkait. 

Upaya evakuasi sempat terkendala padatnya aktivitas pelabuhan, namun koordinasi antarinstansi terus berjalan.

"Kami segera berkoordinasi dengan Basarnas mengerahkan personel untuk mengamankan lokasi dan membantu proses pencarian," ujar Kepala Dinas Penerangan Kodaeral I, Kolonel Laut Wahyu Kurniawan, saat dikonfirmasi awak media, Rabu (29/4/2026).

Malam berlalu dengan pilu. Keluarga korban bertahan di dermaga, menunggu dan menyisir perairan secara mandiri dengan cara sederhana, menjaga harapan di tengah ketidakpastian.

Rabu (29/4/2026) pukul 06.50 WIB, jenazah Jainal Abidin ditemukan di bawah badan kapal MV Segara Bali, tidak jauh dari lokasi awal tenggelam. 

Tim gabungan langsung mengevakuasi tubuh korban.

Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga dan dibawa melalui jalur laut menuju rumah duka di kawasan Belawan Bahagia untuk dimakamkan.

Sepanjang proses pencarian hingga pemulangan korban, TNI AL terus mendampingi keluarga. 

Kolonel Laut Wahyu Kurniawan menegaskan bahwa kehadiran aparat di tengah tragedi ini merupakan bagian dari tugas pengamanan wilayah sekaligus bentuk respons kemanusiaan.

"Di tengah kompleksitas perairan pelabuhan, kehadiran ini menegaskan peran TNI AL tidak hanya dalam pengamanan wilayah, tetapi juga dalam memastikan setiap tragedi ditangani dengan cepat, terkoordinasi, dan manusiawi," tegasnya.

(Cr9/Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved