Berita Medan
Rico Waas Dorong Pedagang dan Tenaga Kerja Lokal Lebih Diberdayakan di Program MBG
Rico mendorong agar pedagang pasar tradisional hingga pelaku UMKM dilibatkan dalam rantai pasok program tersebut.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, ingin memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga benar-benar menggerakkan ekonomi masyarakat bawah.
Hal itu ia sampaikan saat memimpin rapat koordinasi pelaksanaan MBG dan Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (14/4/2026).
Rico mendorong agar pedagang pasar tradisional hingga pelaku UMKM dilibatkan dalam rantai pasok program tersebut.
Menurutnya, langkah ini akan memperkuat perputaran ekonomi lokal, terutama bagi pedagang di puluhan pasar yang dikelola BUMD Kota Medan.
“Kita ingin program ini tidak hanya bicara soal gizi, tapi juga memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai, sistem koordinasi berbasis data yang real-time menjadi kunci agar distribusi bahan pangan berjalan tepat sasaran. Dengan begitu, peluang bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat bisa semakin terbuka luas.
Tak hanya itu, Rico juga menekankan pentingnya penyerapan tenaga kerja lokal di setiap titik layanan SPPG.
Ia berharap, kehadiran program ini mampu menghadirkan manfaat nyata hingga ke tingkat kecamatan.
“Kalau tenaga kerja lokal dilibatkan, manfaatnya akan langsung dirasakan masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat kebersamaan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Rico turut mengapresiasi kebijakan penyerapan tenaga kerja yang memprioritaskan masyarakat dari kelompok ekonomi terbawah, yakni Desil 1 dan Desil 2.
“Ini program yang sangat baik, apalagi di tengah tantangan lapangan pekerjaan saat ini. Kita sangat mendukung kebijakan yang menyentuh masyarakat paling membutuhkan,” ungkapnya.
Seiring meningkatnya kebutuhan pangan, Rico juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan penyedia bahan pangan. Ia mencontohkan kebutuhan telur dalam program ini yang diperkirakan mencapai jutaan butir setiap bulan.
“Kita ingin kebutuhan SPPG berjalan selaras dengan kesiapan peternak dan UMKM. Kalau sinergi kuat, gizi terpenuhi, ekonomi juga ikut bergerak,” tambahnya.
Sementara itu, pihak Koordinator Wilayah SPPG memaparkan, hingga pertengahan April 2026, program MBG telah menjangkau 449.694 penerima manfaat.
Program ini didukung oleh 201 satuan SPPG, dengan 181 di antaranya sudah aktif melayani 3.134 kelompok masyarakat. Tak hanya itu, sebanyak 9.149 relawan juga ikut terlibat dalam pelaksanaan di lapangan.
| PN Medan Mulai Berlakukan WFH Tiap Jumat, Hemat Penggunaan BBM |
|
|---|
| Subuh-Subuh Diciduk, Pelaku Pencurian Kotak Infaq Masjid Anugrah Salam Diamankan Polisi |
|
|---|
| Profil AKBP Adrian Risky Lubis, Kasat Reskrim Polrestabes Medan yang Baru |
|
|---|
| Usai Pencabutan Izin PT TPL, Sejumlah Orang Akan Demo Bergilir 5 Titik di Medan |
|
|---|
| Komisi IV DPRD Medan Soroti Proyek Cemara dan Jemadi Village, Dugaan Tak Kantongi PBG |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/rapat-koordinasi-pelaksanaan-MBG.jpg)