Berita Medan
Ribut Soal Proyek Perkim, Rio Adrian dan Jhon Lase Jadi Sorotan, Cipayung Plus Demo ke Pemko
Namun, berbagai persoalan justru dinilai masih bermunculan dan menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Polemik dugaan cekcok terkait proyek di lingkungan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (Perkim Cikataru) Kota Medan jadi sorotan.
Nama tukang tulis pidato Wali Kota Medan, Rio Adrian Sukma dan Kepala Dinas Perkim Cikataru, Jhon Ester Lase yang terlibat perseteruan mencuat, Selasa (10/3/2026)
Kabar ketegangan antara keduanya memantik kegelisahan sekaligus kemarahan publik.
Isu tersebut bahkan menjadi sorotan dalam aksi unjuk rasa yang digelar aliansi organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Cipayung Plus Kota Medan di depan Balai Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis.
Dalam aksi tersebut, Cipayung Plus melontarkan kritik keras terhadap tata kelola pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan. Mereka menilai, satu tahun kepemimpinan Wali Kota Medan Rico Waas seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, profesional, dan akuntabel.
Namun, berbagai persoalan justru dinilai masih bermunculan dan menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat.
Salah satu yang disorot adalah dugaan adanya praktik pengaturan proyek pemerintah oleh oknum tenaga ahli di lingkungan Pemko Medan.
Kabar ketegangan antara Tenaga Ahli Wali Kota dan Kepala Dinas Perkim Cikataru yang disebut-sebut berkaitan dengan proyek dinilai menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat mengenai adanya intervensi dalam pengelolaan proyek pemerintah.
“Kami menerima berbagai informasi dan keluhan yang berkembang di masyarakat terkait dugaan praktik pengaturan proyek yang melibatkan oknum Tenaga Ahli di lingkungan Pemerintah Kota Medan. Hal ini tentu harus menjadi perhatian serius,” ujar perwakilan Cipayung Plus dalam orasinya.
Menurut mereka, jika dugaan tersebut benar terjadi, maka hal itu tidak hanya mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah, tetapi juga berpotensi merusak semangat reformasi birokrasi di lingkungan pemerintah daerah.
Karena itu, Cipayung Plus mendesak Wali Kota Medan Rico Waas untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran di sekitarnya, termasuk para tenaga ahli yang dinilai memiliki pengaruh dalam pengambilan keputusan strategis dan berebut menguasai proyek.
Selain itu, mereka juga meminta aparat penegak hukum turut menelusuri berbagai dugaan yang berkembang guna memastikan tidak adanya praktik penyimpangan dalam pengelolaan proyek pemerintah.
“Kami berharap Wali Kota Medan bersikap tegas dan tidak menutup mata terhadap berbagai dugaan yang beredar. Evaluasi terhadap para pembantu kepala daerah, termasuk tenaga ahli, harus dilakukan secara serius demi menjaga integritas pemerintahan,” tegas mereka.
Cipayung Plus menegaskan bahwa sikap tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral organisasi kepemudaan dalam mengawal jalannya pemerintahan yang bersih dan transparan.
Mereka juga menyatakan akan terus mengawasi kebijakan dan kinerja Pemko Medan serta siap menyampaikan kritik konstruktif demi perbaikan tata kelola pemerintahan di Kota Medan.
Kadis Perkim, John Ester Lase dihubungi untuk konfirmasi dugaan percekcokan soal proyek dengan Rio belum mau merespons. Begitu juga Rio yang terus menghindar bertemu dengan jurnalis.
(Dyk/Tribun-Medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
Proyek Perkim
| Identitas Mahasiswa Unimed Tewas Kecelakaan di Citraland, Penjelasan Kasat Lantas Polrestabes |
|
|---|
| Surati Walikota, Warga Komplek Contempo Regency Medan Tolak Pembongkaran Tembok dan Taman |
|
|---|
| Bau Menyengat dari Dalam Ruko, Warga Temukan Jasad Penjaga Malam yang Sudah Membusuk |
|
|---|
| Jasmine Silvani Arvie, Duta GenRe Medan yang Aktif Bangun Kepedulian Remaja |
|
|---|
| PT Medan Tambahi Uang Pengganti Terdakwa Perambah Hutan Akuang jadi Rp 865 Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Aliansi-mahasiswa-tergabung-dalam-Cipayung-Plus-Kota.jpg)