Berita Medan

Kasus Tewasnya Indra Utama Terkuak, Pelaku Sebut Oknum TNI BKO Ikut Aniaya Korban

RR mengaku dirinya bersama tiga rekannya serta satu oknum TNI melakukan penganiayaan terhadap korban.

TRIBUN MEDAN/Haikal Faried Hermawan
PENGANIAYAAN- Salah satu pelaku berinisial RR (33) diwawancarai petugas kepolisian untuk dimintai keterangan, Jum'at (6/3/2026) 

TRIBUN-MEDAN.com, BELAWAN- Kasus penganiayaan berujung maut yang menimpa Indra Utama (45) warga Dusun XIV Krani Lama, Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak di kawasan PTPN IV Regional II terus terungkap.

Salah satu pelaku berinisial RR (33) akhirnya buka suara dan mengakui keterlibatannya.

Ia juga menyebut adanya keterlibatan seorang oknum prajurit TNI yang merupakan Bawah Kendali Operasi (BKO) dari satuan Kavaleri dalam aksi kekerasan tersebut.

RR mengaku dirinya bersama tiga rekannya serta satu oknum TNI melakukan penganiayaan terhadap korban.

Menurut RR, aksi tersebut dipicu oleh kemarahan para pelaku karena korban diduga berulang kali mencuri buah kelapa sawit milik perusahaan PTPN IV Regional II.

“Dia (korban) tiap hari menandai buah sawit. Kalau tidak bertemu agen, dia ambil sendiri lalu dijual sendiri,” ujar RR saat ditemui di Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan, Jumat (6/3/2026).

RR menjelaskan, rumah korban berada tepat di belakang area perkebunan sawit.

Jarak rumah korban dengan lokasi pencurian disebutnya hanya sekitar 50 meter, sehingga memudahkan korban mengambil buah sawit.

“Di belakang rumahnya langsung kebun. Sementara agen pembeli sawit itu tepat di depan rumahnya, berhadapan langsung. Jadi jaraknya antara rumah dia dengan kebun sawit sekitar 50 meter saja,” jelas RR.

Ia menambahkan, aksi pencurian tersebut disebut bukan kali pertama dilakukan korban.

“Memang tiap hari dia ambil. Dapatnya lumayan, sekitar lima janjang,” ungkapnya.

Dalam pengakuannya, RR yang didampingi petugas kepolisian menyebut proses penganiayaan terjadi di dekat rumah korban.

Ia mengklaim oknum TNI BKO dari satuan Kavaleri yang pertama kali bertindak terhadap korban.

“Itu waktu di rumahnya. Oknum TNI BKO yang ambil sikap duluan, lalu saya dan kawan-kawan ikut,” kata RR.

Meski mengakui ikut memukul korban, RR mengaku tidak menggunakan benda keras.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved