Berita Medan
Sosok Bukhari Farasdi, Siswa MAN 1 Medan yang Lolos Jurusan Data Science Monash University Australia
Ketertarikan Bukhari pada bidang data science berawal dari kebiasaannya mengeksplorasi informasi pendidikan luar negeri melalui media sosial.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Prestasi membanggakan ditorehkan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan.
Bukhari Farasdi Harahap berhasil diterima di Monash University, Australia, pada jurusan Bachelor of Applied Data Science Advanced (Honours), salah satu program studi kompetitif di kampus berperingkat dunia tersebut.
Kabar kelulusan itu diterima Bukhari melalui email resmi universitas pada 12 Maret 2026 lalu, bertepatan saat dirinya bersiap menunggu waktu berbuka puasa.
“Saya sedang scroll handphone, tiba-tiba ada email masuk dari Monash University. Saya terkejut sekaligus sangat bersyukur kepada Allah SWT. Yang langsung terlintas di pikiran saya adalah kesiapan untuk menuntut ilmu di Australia,” ujarnya.
Ketertarikan Bukhari pada bidang data science berawal dari kebiasaannya mengeksplorasi informasi pendidikan luar negeri melalui media sosial.
Ia kemudian melakukan riset mendalam hingga mantap memilih bidang yang dinilainya relevan dengan perkembangan dunia digital.
Menurutnya, keahlian analisis data memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan daerah dan negara.
“Di zaman digital ini, semua hambatan informasi bisa diatasi. Saya memilih Applied Data Science karena ingin berkontribusi nyata bagi kemajuan Sumatera Utara dan Indonesia. Saya bermimpi bisa mengembangkan sistem analisis data untuk pemerintah daerah dan meningkatkan digitalisasi di bidang pendidikan,” katanya.
Keberhasilan tersebut juga menjadi kebanggaan bagi MAN 1 Medan. Kepala MAN 1 Medan, Reza Faisal, mengatakan capaian Bukhari merupakan hasil dari ekosistem pendidikan madrasah yang dirancang berwawasan global.
Ia menyebut pihak sekolah konsisten membekali siswa dengan kemampuan bahasa internasional melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti English Club, Deutsch Club, hingga Arabic Club.
“Kami ingin membuktikan bahwa siswa madrasah memiliki daya saing yang setara dengan sekolah umum di tingkat dunia. Bukhari adalah bukti bahwa dengan kombinasi antara spiritualitas madrasah dan penguasaan teknologi, siswa bisa menembus kampus elit dunia,” ujarnya.
Reza menambahkan, bimbingan intensif guru serta tradisi mengikuti perlombaan internasional turut menjadi modal penting bagi para siswa untuk bersaing di tingkat global.
Meski akan melanjutkan studi di Australia, Bukhari menegaskan komitmennya untuk tetap membawa nilai-nilai yang ia pelajari di madrasah, termasuk kedisiplinan, semangat kompetisi, dan etika keagamaan.
Dukungan keluarga, mulai dari orang tua hingga neneknya, juga menjadi motivasi utama dalam proses pendaftaran hingga akhirnya dinyatakan lolos.
Ia pun mengajak siswa lain untuk berani bermimpi besar dan terus meningkatkan kemampuan, termasuk dalam penguasaan teknologi.
“Bermimpilah setinggi-tingginya, namun jangan lupa bangun untuk mewujudkannya. Teruslah menuntut ilmu, berdoa, dan jangan pernah gagap teknologi,” pungkasnya.
(cr26/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| inDrive Perkuat Solidaritas Driver Medan Surabaya, Gandeng Polda Sumut Berikan Edukasi |
|
|---|
| Polres Pelabuhan Belawan Mulai Verifikasi Calon Anggota Polri 2026, Terapkan Prinsip BETAH |
|
|---|
| Diduga Disekap Pria Berinisial DH, Wanita di Medan Ini Alami Kekerasan Brutal |
|
|---|
| Lomba Lari Antar Pemuda di Medan Belawan Ricuh, Diduga Dipicu Provokasi Tawuran |
|
|---|
| Film Pelangi di Mars Tayang Serentak, Sajikan Sci-Fi Edukatif untuk Anak Indonesia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/SOSOK-Bukhari-Farasdi-Harahap-menunjukkan.jpg)