Berita Medan

Sosok Bukhari Farasdi, Siswa MAN 1 Medan yang Lolos Jurusan Data Science Monash University Australia

Ketertarikan Bukhari pada bidang data science berawal dari kebiasaannya mengeksplorasi informasi pendidikan luar negeri melalui media sosial.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
IST
SOSOK- Bukhari Farasdi Harahap menunjukkan medali perak dan sertifikat penghargaan yang diraihnya pada ajang kompetisi internasional WICE 2025. Prestasi tersebut menjadi salah satu modal penting hingga akhirnya ia diterima di Monash University, Australia. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Prestasi membanggakan ditorehkan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Medan.

Bukhari Farasdi Harahap berhasil diterima di Monash University, Australia, pada jurusan Bachelor of Applied Data Science Advanced (Honours), salah satu program studi kompetitif di kampus berperingkat dunia tersebut.

Kabar kelulusan itu diterima Bukhari melalui email resmi universitas pada 12 Maret 2026 lalu, bertepatan saat dirinya bersiap menunggu waktu berbuka puasa.

“Saya sedang scroll handphone, tiba-tiba ada email masuk dari Monash University. Saya terkejut sekaligus sangat bersyukur kepada Allah SWT. Yang langsung terlintas di pikiran saya adalah kesiapan untuk menuntut ilmu di Australia,” ujarnya.

Ketertarikan Bukhari pada bidang data science berawal dari kebiasaannya mengeksplorasi informasi pendidikan luar negeri melalui media sosial.

Ia kemudian melakukan riset mendalam hingga mantap memilih bidang yang dinilainya relevan dengan perkembangan dunia digital.

Menurutnya, keahlian analisis data memiliki peran penting dalam mendukung kemajuan daerah dan negara.

“Di zaman digital ini, semua hambatan informasi bisa diatasi. Saya memilih Applied Data Science karena ingin berkontribusi nyata bagi kemajuan Sumatera Utara dan Indonesia. Saya bermimpi bisa mengembangkan sistem analisis data untuk pemerintah daerah dan meningkatkan digitalisasi di bidang pendidikan,” katanya.

Keberhasilan tersebut juga menjadi kebanggaan bagi MAN 1 Medan. Kepala MAN 1 Medan, Reza Faisal, mengatakan capaian Bukhari merupakan hasil dari ekosistem pendidikan madrasah yang dirancang berwawasan global.

Ia menyebut pihak sekolah konsisten membekali siswa dengan kemampuan bahasa internasional melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti English Club, Deutsch Club, hingga Arabic Club.

“Kami ingin membuktikan bahwa siswa madrasah memiliki daya saing yang setara dengan sekolah umum di tingkat dunia. Bukhari adalah bukti bahwa dengan kombinasi antara spiritualitas madrasah dan penguasaan teknologi, siswa bisa menembus kampus elit dunia,” ujarnya.

Reza menambahkan, bimbingan intensif guru serta tradisi mengikuti perlombaan internasional turut menjadi modal penting bagi para siswa untuk bersaing di tingkat global.

Meski akan melanjutkan studi di Australia, Bukhari menegaskan komitmennya untuk tetap membawa nilai-nilai yang ia pelajari di madrasah, termasuk kedisiplinan, semangat kompetisi, dan etika keagamaan.

Dukungan keluarga, mulai dari orang tua hingga neneknya, juga menjadi motivasi utama dalam proses pendaftaran hingga akhirnya dinyatakan lolos.

Ia pun mengajak siswa lain untuk berani bermimpi besar dan terus meningkatkan kemampuan, termasuk dalam penguasaan teknologi.

“Bermimpilah setinggi-tingginya, namun jangan lupa bangun untuk mewujudkannya. Teruslah menuntut ilmu, berdoa, dan jangan pernah gagap teknologi,” pungkasnya.

(cr26/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved