Berita Olahraga

Titya Delona Menang TKO di Medan Combat Championship, Profesionalitas Lawan Sahabat Sendiri

Atlet binaan R12 Fighting Camp, Titya Delona Nainggolan, menorehkan kemenangan meyakinkan pada ajang Medan Combat Championship.

|
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
Titya Delona Nainggolan saat melakukan kuncian terhadap Hairani Evelin Ambarita di Medan Combat Championship Vol 1 yang digelar di Atrium Plaza Medan Fair, Kota Medan, Senin (16/2/2026). Titya berhasil menang dengan meyakinkan di rules MMA kelas 52,2 kg. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Atlet binaan R12 Fighting Camp, Titya Delona Nainggolan, menorehkan kemenangan meyakinkan pada ajang Medan Combat Championship Vol 1 yang digelar di Atrium Plaza Medan Fair, Kota Medan, Senin (16/2/2026).

Tampil pada laga dengan rules MMA kelas 52,2 kilogram, Titya menunjukkan performa agresif dan terukur saat menghadapi Hairani Evelin Ambarita.

Sejak ronde pertama, duel berlangsung dalam tempo tinggi dengan jual beli serangan, baik dalam posisi striking maupun saat transisi ke bawah.

Namun, Titya mampu menjaga ritme permainan hingga akhirnya memastikan kemenangan lewat TKO pada ronde kedua dari total tiga ronde yang dijadwalkan.

Pertarungan tersebut tak hanya menyuguhkan tensi kompetitif, tetapi juga menghadirkan cerita emosional.

Hairani bukan sekadar lawan di atas ring, melainkan sahabat sekaligus rekan satu asrama Titya. Meski demikian, profesionalisme tetap dikedepankan ketika keduanya memasuki arena.

“Saya sangat bahagia, terus dengan mengikuti event ini juga sungguh suatu hal yang sangat beruntung dan bisa memenangkan pertandingan kali ini. Apalagi lawan saya itu juga sahabat saya sendiri, sebenarnya agak sedih juga. Cuman karena kita sudah di atas ring itu tidak ada namanya teman, jadi sesuai dengan kemampuan dan tenaga. Sangat bersyukur sih nggak ada yang cedera,” ujar Titya.

Ia menegaskan, kedekatan di luar pertandingan sama sekali tidak memengaruhi jalannya laga. Baik dirinya maupun Hairani, kata dia, sepakat untuk bertarung secara sportif dan mengeluarkan kemampuan terbaik tanpa kompromi.

“Kita sama-sama kenal dan kemarin sama-sama satu asrama. Jadi kalau di atas ring itu kami tidak ada rekayasa, betul-betul mengeluarkan sekuat tenaga. Jadi tidak ada yang direkayasa,” katanya.

Meski meraih kemenangan TKO, Titya tetap melakukan evaluasi terhadap penampilannya. Ia mengakui masih memiliki pekerjaan rumah, khususnya dalam penguasaan teknik grappling.

Dalam beberapa momen, ia sempat kesulitan mengantisipasi pergerakan lawan yang cukup lihai melakukan serangan dari posisi bawah.

“Masih banyak hal yang perlu diperbaiki dari saya. Apalagi dengan teknik yang dikeluarkan oleh teman saya, benar-benar teknik yang luar biasa yang bisa masuk ke bawah, menyusup itu. Saya kurang menguasai dan mengontrolnya. Jadi saya terkadang bisa masuk, tapi kalau semisalnya lawan saya sudah lebih lama mempelajari di grappling itu mungkin sudah kena kuncian. Jadi menurut saya masih kurang sih untuk belajar di grappling,” ungkapnya.

Evaluasi tersebut menjadi bekal penting bagi Titya untuk menatap pertandingan berikutnya. Ia bertekad meningkatkan intensitas latihan, memperdalam teknik dasar, serta lebih disiplin dalam pengembangan kemampuan.

Selain itu, ia juga berencana memperkuat spesialisasinya di cabang kickboxing yang telah lama ia tekuni sejak awal berlatih bela diri.

“Karena nanti ke depannya ada peluang, saya berusaha untuk lebih latihan, lebih serius lagi, lebih belajar lagi dari pertandingan kemarin yang masih kurang-kurang. Ke depannya juga saya akan lebih fokus ke kickboxing, karena dari dulu saya sudah belajar di kick striking. Makanya saya akan lebih fokus ke kickboxing,” tuturnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved