Berita Medan
Sambangi UINSU Medan, Ketua MPR Soroti Ancaman Bonus Demografi dan Krisis Identitas Bangsa
Tanpa peningkatan kualitas sumber daya manusia, bonus tersebut justru berpotensi berubah menjadi bencana sosial.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani mengingatkan generasi muda agar tidak terlena dengan bonus demografi yang sedang dinikmati Indonesia.
Tanpa peningkatan kualitas sumber daya manusia, bonus tersebut justru berpotensi berubah menjadi bencana sosial.
Peringatan itu disampaikan Ahmad Muzani saat menyampaikan pidato kebangsaan di Kampus IV Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan, Senin (26/1/2026).
Di hadapan mahasiswa dan civitas akademika, ia menegaskan pentingnya Pancasila sebagai jangkar ideologi di tengah ketidakpastian geopolitik global.
“Indonesia sedang berada pada fase jumlah penduduk usia produktif yang besar. Kalau tidak dibarengi pendidikan yang kuat, literasi digital, dan karakter kebangsaan, yang muncul justru pengangguran dan ketimpangan,” kata Muzani.
Ia menilai tantangan generasi muda saat ini tidak ringan. Selain disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan, derasnya arus informasi juga berisiko menggerus nilai moral dan identitas kebangsaan.
Dalam konteks itulah, Pancasila bersama UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika disebutnya sebagai “pusaka” bangsa yang harus terus dirawat.
Menurut Muzani, pembangunan tidak boleh tercerabut dari akar identitas nasional. Tanpa pijakan ideologi yang kuat, Indonesia akan mudah goyah menghadapi tekanan global, baik dari sisi ekonomi, politik, maupun budaya.
Tak hanya soal geopolitik, Ketua MPR RI juga menyinggung persoalan lingkungan yang kian nyata dirasakan masyarakat, termasuk di Sumatera Utara.
Bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor yang marak sepanjang 2025 menjadi alarm serius bagi semua pihak.
“Perguruan tinggi harus hadir sebagai pusat kajian mitigasi bencana dan pelopor gaya hidup berkelanjutan. Kampus tidak boleh hanya mencetak lulusan pintar, tapi juga peduli dan bertanggung jawab secara sosial,” ujarnya.
Rektor UINSU Medan, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag., menyampaikan bahwa perguruan tinggi Islam memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai moderasi, toleransi, dan kemanusiaan yang sejalan dengan Pancasila.
Ia berharap mahasiswa UINSU mampu bersaing secara global tanpa kehilangan jati diri kebangsaan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan akademisi, termasuk Staf Ahli Menteri Agama serta perwakilan MPR RI.
Bagi UINSU, kehadiran Ketua MPR RI menjadi penguatan peran kampus sebagai ruang dialektika kebangsaan, bukan sekadar tempat transfer ilmu.
| Diduga Disekap Pria Berinisial DH, Wanita di Medan Ini Alami Kekerasan Brutal |
|
|---|
| Lomba Lari Antar Pemuda di Medan Belawan Ricuh, Diduga Dipicu Provokasi Tawuran |
|
|---|
| Film Pelangi di Mars Tayang Serentak, Sajikan Sci-Fi Edukatif untuk Anak Indonesia |
|
|---|
| Sempat Viral Kemas Sabu Terang-Terangan, Wanita Paruh Baya Diciduk Polisi di Persembunyian |
|
|---|
| Vietjet Luncurkan Rute Internasional Baru, Hadirkan Promo Tiket Mulai dari Rp 0 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/KETUA-MPR-Ketua-MPR-RI-Ahmad-Muzani.jpg)