Musda Golkar Sumut

Panas Jelang Musda Golkar Sumut, Kubu Hendriyanto Sebut Ada Tekanan di Balik Dukungan pada Andar

Peta persaingan menuju kursi Ketua DPD Golkar Sumatera Utara pada Musyawarah Daerah (Musda) XI semakin memanas.

TRIBUN MEDAN/ANUGRAH
GOLKAR SUMUT - Deklarasi dukungan calon ketua Golkar Sumut Andar Amin berlangsung Sabtu (17/1/2026) di Medan yang dihadiri dan didukung langsung hampir seluruh Ketua DPD Golkar tingkat kabupaten dan kota se-Sumut. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Peta persaingan menuju kursi Ketua DPD Golkar Sumatera Utara pada Musyawarah Daerah (Musda) XI semakin memanas dengan munculnya tudingan manuver politik tidak sehat.

Dua sosok kuat kini resmi berhadapan, yakni Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) Hendriyanto Sitorus dan anggota DPR RI Andar Amin Harahap.

Ketegangan meningkat setelah munculnya klaim dukungan massal dari pengurus daerah yang dinilai sebagai hasil tekanan struktural oleh kelompok tertentu.

Kubu Hendriyanto Tetap Optimis Meski Andar Borong Dukungan 23 DPD II

Sekretaris DPD Golkar Labura, Indra Simatupang, memastikan Hendriyanto Sitorus tetap maju sebagai calon ketua dan terus melakukan konsolidasi intensif dengan pemilik hak suara.

Terkait deklarasi dukungan 23 pengurus Golkar kabupaten/kota kepada Andar Harahap pada Sabtu (17/1/2026), pihak Hendriyanto mengaku tidak gentar.

Indra menyatakan bahwa dukungan tersebut belum final dan pihaknya lebih memilih fokus bekerja daripada memikirkan manuver kompetitor di lapangan.

"Kami tidak memikirkan dukungan itu, kami fokus bekerja dan yakin Hendriyanto Sitorus akan terpilih sebagai Ketua Golkar Sumut pada Musda XI nanti," tegas Indra, Minggu (18/1/2026).

Sahlul Umur Kritik Manuver Yasir Ridho

Di sisi lain, Wakil Ketua Pemenangan Pemilu Golkar Sumut, Sahlul Umur Situmeang, melontarkan kritik pedas terkait cara penggalangan dukungan untuk Andar Harahap.

Ia menilai dukungan massal tersebut bukan organik, melainkan hasil manuver sistematis yang dipelopori oleh Ketua Harian Golkar Sumut, Yasir Ridho Loebis.

Sahlul menyebut para Ketua DPD II diduga ditekan untuk memberikan dukungan dalam sebuah pertemuan di Grand City Medan, tepat setelah Plt Ketua Ahmad Doli Kurnia meninggalkan lokasi.

"Apa yang dilakukan kelompok Ridho cs semata-mata adalah politik balas dendam, ini tidak baik bagi arah Partai Golkar lima tahun ke depan," ujar Sahlul dengan nada keras.

Sejarah Kelam Musda Golkar Kembali Diungkit Jelang Pemilihan

Sahlul mengingatkan para kader mengenai sejarah Musda 2019 yang dianulir Mahkamah Partai sebelum akhirnya menetapkan Musa Rajekshah (Ijeck) sebagai ketua pada 2020.

Ia mengkhawatirkan jika Andar terpilih, kepemimpinannya dikhawatirkan akan dikendalikan oleh kepentingan kelompok lama yang sarat dengan dendam politik masa lalu.

Kriteria pemimpin yang mampu merangkul seluruh kader tanpa menghabisi lawan politik dinilai Sahlul ada pada sosok Hendriyanto Sitorus yang telah teruji memimpin Labura.

Menurutnya, kualitas kepemimpinan Hendriyanto lebih konsisten dibandingkan narasi dukungan yang dipaksakan melalui instrumen struktural partai.

Klaim Dukungan Masih Dinamis, Penentuan Akhir di Meja Musda XI

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved