Breaking News

Karo Terkini

Menyesap Kopi dan Roti Bakar Tradisional yang Dimasak Khusus Pakai Kayu Pohon Jeruk di Berastagi

Aroma sedap kopi hitam yang dimasak menggunakan kayu bakar menyeruak dari dalam rumah toko (Ruko) di pusat Kota Berastagi.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/Fredy Santoso
KEDAI KOPI - Momen Arya, barista Kedai Kopi Bakar & Roti Bakar Ala Kayu Bakar Lavenia menyaring kopi untuk disajikan ke pelanggan, di Jalan Veteran, Kecamatan Berastagi, Kota Berastagi, Sumatera Utara, Minggu (11/1/2026) lalu. Kedai kopi ini memiliki ciri khas, yaitu kopi dan roti dipanggang menggunakan kayu pohon jeruk. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Aroma sedap kopi hitam yang dimasak menggunakan kayu bakar menyeruak dari dalam rumah toko (Ruko) di pusat Kota Berastagi, tepatnya di Jalan Veteran, Kecamatan Berastagi.

Asap tipis kayu bakar juga tercium samar dari trotoar jalan jalan Kota dingin ini.

Begitu juga dengan aroma roti tawar isi gula, mentega dan selai srikaya, menyeruak semakin menggugah.

Sejumlah orang tampak duduk di kursi plastik, meja kayu berwarna cokelat di Kota dingin Berastagi.

Para tamu tampak hangat bercengkrama, berbagi cerita, canda dan tawa lengkap dengan kopi, roti bakar, maupun teh susu di atas meja.

Begitu masuk ke dalam, seorang peracik kopi bernama Arya sedang mempersiapkan pesanan pengunjung.

Dengan rambut gondrong yang diikat rapi, ia mulai menakar bubuk kopi ke dalam panci kecil, kemudian disiram air panas dari dalam dandang air, lalu dipanaskan ke tungku kayu bakar dibawahnya.

Di area belakang, seorang pekerja mengoleskan mentega, gula, maupun selai srikaya, kemudian disusun ke dalam panggangan kawat.

Setelah itu, roti diserahkan ke Arya untuk dipanggang di tungku kayu bakar, tepat dibawah meja bar berbahan semen, ditambah kramik bagian atasnya.

Dengan seksama, Arya memperhatikan kopi dan roti yang sedang dipanggang agar tidak gosong.

Beberapa menit kemudian, kopi mulai mendidih mengeluarkan aroma sedap, disertai suara meletup-letup khas air bercampur kopi bubuk m

Begitu juga dengan roti, mulai berubah kecokelatan setelah 1 kali dibalik agar panggangan merata.

Setelah kopi mendidih, barista langsung mengambil gelas, diisi susu kental manis (SKM), lalu menyaringnya agar disajikan ke pengunjung.

Sama dengan roti bakar, dipotong beberapa bagian agar mudah dinikmati.

Arya mengatakan, nama kedai kopi ini bernama Kedai Kopi Bakar & Roti Bakar Ala Kayu Bakar Lavenia.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved