Banjir dan Longsor di Sumatera
Pemko Medan Kirim Alat Berat Tiga Tahap, Bantu Pemulihan Bencana Aceh Tamiang
Keberadaan alat berat Pemko Medan ini dinilai efektif dan berdampak langsung terhadap percepatan pemulihan.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com- Di tengah lumpur yang masih menyelimuti sejumlah sudut Kabupaten Aceh Tamiang pasca banjir, alat berat dari Kota Medan menjadi tanda hadirnya solidaritas kemanusiaan.
Pemerintah Kota Medan menunjukkan kepeduliannya dengan mengirimkan bantuan alat berat secara bertahap, untuk membantu percepatan pemulihan pasca bencana banjir di wilayah tersebut.
"Bantuan yang dikirim melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) itu dilakukan hingga tiga tahap, lengkap dengan operator dan sopir yang siaga di lapangan," kata Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kadis SDABMBK Kota Medan, Gibson Panjaitan, mengatakan bantuan ini merupakan tindak lanjut atas arahan langsung Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap, sekaligus menjawab permohonan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang
“Ini murni misi kemanusiaan. Bapak Wali Kota berpesan agar Pemko Medan hadir dan membantu seoptimal mungkin, tanpa mengganggu pelayanan masyarakat di Kota Medan,” ujar Gibson dikonfirmasi, Minggu (11/1/2026)
Bantuan tahap pertama diberangkatkan pada 19 Desember 2025, dilepas langsung oleh Wali Kota Medan dari Kantor Wali Kota. Armada yang dikirim cukup lengkap: satu unit motor grader, dua backhoe loader, empat dump truck, serta tiga unit trado.
Bersama alat berat tersebut, Pemko Medan juga mengirimkan petugas operator dan sopir yang langsung turun membersihkan lokasi-lokasi terdampak banjir.
Seiring berjalannya waktu, laporan dari lapangan menunjukkan kebutuhan tambahan alat berat yang lebih fleksibel untuk membersihkan lumpur dan sisa material di area sempit.
Mendapatkan laporan tersebut, Wali Kota Medan kembali merespons cepat. Pada 31 Desember 2025, dua unit skid loader diberangkatkan ke Aceh Tamiang.
“Alat ini sangat membantu di lapangan, terutama untuk pembersihan area perkantoran dan permukiman,” jelas Gibson.
Keberadaan alat berat Pemko Medan ini dinilai efektif dan berdampak langsung terhadap percepatan pemulihan.
Bahkan, aksi solidaritas ini menarik perhatian Pemerintah Pusat.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengapresiasi langkah Pemko Medan dan berharap bantuan kembali diperkuat. Atas permintaan tersebut, Wali Kota Medan kembali menginstruksikan pengiriman tahap ketiga.
Pada 7 Januari 2026, Pemko Medan mengirimkan empat unit skid loader tambahan, satu unit kompresor, serta satu unit mobil crane untuk membantu pemindahan material sisa banjir.
Secara keseluruhan, 14 unit alat berat dan kendaraan, bersama 23 petugas operator dan sopir, kini masih siaga dan bekerja di Aceh Tamiang.
| Lebaran di Tenda Pengungsian, Hati Irma Perih Dengar Ratapan Sang Anak, 'Mak Sampai Kapan di Sini?' |
|
|---|
| Prabowo Klaim Tak Ada Lagi Pengungsi di Tenda, Irma Menangis Ditanya Anaknya 'Sampai Kapan di Sini?' |
|
|---|
| Mendagri Pastikan Total 5 Desa Hilang Akibat Bencana Sumatera, 2 di Sumut dan 3 di Aceh |
|
|---|
| Hashim Sebut Presiden Prabowo Buka Ruang Pengajuan Keberatan bagi 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut |
|
|---|
| Bos Danantara Rosan Pastikan Perminas Kelola Tambang Emas Martabe, Perusahaan Lain Segera Dibahas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Pemko-Medan-terus-kirim-bantuan-untuk-pemulihan.jpg)