Medan Terkini

Diduga Kesal Bau Tak Sedap Ternak Babi Tetangga, Pria di Medan Tikami Wanita 30 Tahun Pakai Pahat

Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Medan Helvetia menangkap Jefri Fernandus Sitindaon (41), karena melakukan penganiayaan.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN
PENGANIAYAAN - Momen Polsek Medan Helvetia menggelar konferensi pers terkait pria di Medan Helvetia tikami wanita 30 tahun menggunakan pahat kayu hingga luka-luka, Sabtu (28/3/2026). Salah satu motif tersangka diduga karena kesal aroma tak sedap ternak babi korban, dan gegara debu menyapu mengenainya. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Medan Helvetia menangkap Jefri Fernandus Sitindaon (41), karena melakukan penganiayaan.

Jefri menusuk tetangganya bernama Swita Sidebang (30) menggunakan pahat, hingga bercucuran darah, luka-luka.

Kapolsek Helvetia Kompol Nelson Sipahutar mengatakan, penganiayaan terjadi pada Kamis 19 Maret kemarin, di Jalan Asrama, Kelurahan Helvetia, Medan Helvetia, sekira pukul 17:00 WIB.

Salah satu motif tersangka menikam tetangganya diduga lantaran kesal aroma tak sedap dari ternak babi keluarga korban.

Kemudian, hubungan bertetangga keduanya juga sudah lama tak akur.

Ditambah, saat kejadian, korban sedang menyapu mengenai korban dan dianggap sengaja membuang sampah ke arahnya.

"Kalau untuk memelihara babi, memang sudah lama. Tapi, tersangka memang menyampaikan bahwa ada bau tidak sedap. Jadi, mungkin itu salah satunya korban sama abangnya dengan tersangka memang sudah berapa tahun ini memang tidak akur," kata Kapolsek Helvetia Kompol Nelson Sipahutar, Sabtu (28/3/2026).

"Sudah pernah juga berselisih paham, tapi ya diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi mungkin inilah puncaknya si tersangka ini merasa diremehkan,"sambungnya.

Lanjut Kompol Nelson, antara korban dan tersangka merupakan tetangga dekat, satu dinding.

Bahkan, rumah yang ditempati korban dibeli dari keluarga tersangka.

Kasus ini bermula ketika korban sedang menyapu halaman rumah.

Saat itu tersangka sedang di depan rumah, dan merasa terganggu.

Ia merasa debu yang disapu korban sengaja diarahkan ke pelaku.

Merasa harga dirinya terhina, tersangka masuk ke dalam rumah mengambil pahat, menghampiri korban.

Dengan membabi-buta tersangka menikam korban sebanyak 9 kali.

"Menurut keterangan tersangka JFS, ketika korban menyapu rumah, debu mengenai dirinya,"ujarnya.

"Akhirnya, tersangka marah, emosi, dan langsung mengambil pahat di garasi,"tambahnya.

 

(cr25/Tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved