Berita Medan
Pasca Banjir Medan, Sungai Badera Picu Dampak Terparah, Warga Trauma Setiap Hujan
Banyak isi rumah yang hancur dan ratusan mobil tenggelam selama empat hari.
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Banjir terparah yang melanda sejumlah wilayah Kota Medan, khususnya Medan Utara pada akhir November 2025 meninggalkan luka mendalam, terutama bagi warga Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.
Dari berbagai faktor penyebab, meluapnya Sungai Badera disebut menjadi pemicu utama dampak terparah banjir di kawasan tersebut.
Air Sungai Badera yang tak mampu menampung debit kiriman dari hulu akhirnya meluber ke permukiman warga hingga mengepung Marelan.
Rumah terendam, aktivitas lumpuh, dan warga harus berjibaku menyelamatkan barang-barang mereka seadanya di tengah hujan yang belum sepenuhnya reda.
Banyak isi rumah yang hancur dan ratusan mobil tenggelam selama empat hari.
Kadis SDABMBK Medan, Gibson Panjaitan mengatakan, luapan Sungai Bedera tidak pernah separah November 2025 lalu. Kini pihaknya, khususnya Balai Besar Wilayah Sungai sedang melakukan perbaikan.
“Yang ada sekarang masih pekerjaan dari BBWS di Sungai Badera,” ujar Gibson, saat dikonfirmasi Tribun Medan, Minggu (4/1/2026).
Menurutnya, hingga saat ini penanganan yang terlihat di lapangan masih difokuskan pada pekerjaan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Proyek tersebut disebut masih berjalan dan berlokasi di beberapa titik strategis.
“Sekarang lagi berjalan. BBWS saja, Bang. Pekerjaannya di sekitar Jalan Asrama,” kata Gibson.
Ia menambahkan, sejauh ini pengerjaan masih terpusat di kawasan pangkalan Daerah Aliran Sungai (DAS) Badera. Warga berharap pengerjaan tersebut benar-benar mampu mengurangi risiko banjir ke depan, mengingat Sungai Badera kerap meluap saat hujan deras mengguyur Medan dan wilayah sekitarnya.
“Sejauh ini masih di pangkalan DAS Badera yang dikerjakan oleh BBWS,” ungkapnya.
Warga Medan Utara pun berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
Mereka menilai normalisasi sungai saja belum cukup tanpa disertai pengawasan, perawatan berkelanjutan, serta penataan kawasan bantaran sungai.
Banjir kali ini menjadi pengingat bahwa Sungai Badera bukan sekadar aliran air, melainkan DAS yang harus dijaga bersama. Jika tidak, setiap musim hujan, ancaman banjir akan terus menghantui Medan Utara.
"Kami sekarang masih trauma terdampak banjir November kemarin. Setiap hujan deras sore kami langsung takut. Gimana ke depan terus dihantui trauma banjir. Habis semua barang-barang," kata Darwisah warga Terjun.
| Diduga Disekap Pria Berinisial DH, Wanita di Medan Ini Alami Kekerasan Brutal |
|
|---|
| Lomba Lari Antar Pemuda di Medan Belawan Ricuh, Diduga Dipicu Provokasi Tawuran |
|
|---|
| Film Pelangi di Mars Tayang Serentak, Sajikan Sci-Fi Edukatif untuk Anak Indonesia |
|
|---|
| Sempat Viral Kemas Sabu Terang-Terangan, Wanita Paruh Baya Diciduk Polisi di Persembunyian |
|
|---|
| Vietjet Luncurkan Rute Internasional Baru, Hadirkan Promo Tiket Mulai dari Rp 0 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Banjir-di-Medan_Banjir-di-Medan-Marelan_.jpg)