Berita Medan

Kondisi Terkini Anak Diduga Bunuh Ibu Kandung di Medan, Kapolrestabes: Sehat, Pendamping dari KPAI

Jean Calvijn memastikan kondisi anak dalam keadaan sehat dan terus mendapatkan pendampingan, termasuk kegiatan sehari-hari yang bersifat edukatif.

TRIBUN MEDAN/Haikal Faried Hermawan
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, saat ditemui Tribun Medan, Rabu (17/12/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Kondisi anak berinisial SAS alias A (12), yang diduga membunuh ibu kandungnya, Faizah Soraya, dilaporkan dalam keadaan sehat.

Selama sepekan terakhir, anak tersebut mendapat pendampingan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dinas P3AP2KB, Balai Pemasyarakatan (Bapas), serta Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Medan.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan pihaknya telah melaksanakan pra-rekonstruksi untuk mencocokkan keterangan para saksi dengan fakta yang sebenarnya.

“Di sana ada 43 adegan. Dari situ ditemukan beberapa petunjuk, sehingga kami ingin mendalami kembali motif dan obsesi yang ada,” ujar Jean Calvijn saat ditemui Tribun Medan, Rabu (17/12/2025).

ANAK DIDUGA BUNUH IBUNYA: Sebuah tragedi memilukan terjadi di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara, ketika seorang bocah perempuan berusia 12 tahun nekat menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri, Rabu (10/12/2025) pagi. (istimewa)
ANAK DIDUGA BUNUH IBUNYA: Sebuah tragedi memilukan terjadi di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara, ketika seorang bocah perempuan berusia 12 tahun nekat menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri, Rabu (10/12/2025) pagi. (istimewa) (TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA)

Saat ini, kepolisian bersama KPAI, Dinas P3AP2KB, Bapas, serta Unit PPA Polrestabes Medan masih mengumpulkan hasil asesmen dan penelitian psikologis terhadap anak tersebut.

“Pendamping dari KPAI, dinas perlindungan anak, psikolog, masih mengumpulkan hasil penelitian asesmen. Mudah-mudahan tidak lama lagi semuanya sudah sinkron,” katanya.

Jean Calvijn memastikan kondisi anak dalam keadaan sehat dan terus mendapatkan pendampingan, termasuk kegiatan sehari-hari yang bersifat edukatif.

“Puji Tuhan kondisi kesehatannya baik. Untuk kebutuhan pendidikan, meskipun sekolah diliburkan, kami memberikan edukasi melalui edutainment, permainan anak, yang didampingi pendamping perlindungan anak, Bapas, serta Unit PPA Polrestabes Medan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, anak tersebut diberikan pembelajaran sesuai usianya, seperti kegiatan menggambar, menulis, dan aktivitas lain yang mendukung kebutuhan psikologis dan pendidikan.

“Itu semua merupakan kebutuhan psikologis dan pendidikan sesuai dengan usia anak, dan kami memfasilitasinya,” ujarnya.

Terkait kasus pembunuhan tersebut, pihak kepolisian berupaya mengungkap fakta secara terang benderang.

“Mudah-mudahan hasilnya dapat kami sampaikan dalam waktu yang tidak lama,” katanya.

Hingga kini, tim psikolog secara empiris menyatakan anak tersebut berada dalam kondisi baik dan sehat.

Namun, pihak kepolisian masih menunggu hasil verifikasi dan asesmen terpadu.

Saat ditanya mengenai hasil otopsi jenazah korban di RS Bhayangkara Medan, Kapolrestabes Medan enggan membeberkannya. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan identitas maupun wajah anak di media sosial.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved