Berita Medan
Kondisi Terkini Anak Diduga Bunuh Ibu Kandung di Medan, Kapolrestabes: Sehat, Pendamping dari KPAI
Jean Calvijn memastikan kondisi anak dalam keadaan sehat dan terus mendapatkan pendampingan, termasuk kegiatan sehari-hari yang bersifat edukatif.
Penulis: Haikal Faried Hermawan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Kondisi anak berinisial SAS alias A (12), yang diduga membunuh ibu kandungnya, Faizah Soraya, dilaporkan dalam keadaan sehat.
Selama sepekan terakhir, anak tersebut mendapat pendampingan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Dinas P3AP2KB, Balai Pemasyarakatan (Bapas), serta Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Medan.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan pihaknya telah melaksanakan pra-rekonstruksi untuk mencocokkan keterangan para saksi dengan fakta yang sebenarnya.
“Di sana ada 43 adegan. Dari situ ditemukan beberapa petunjuk, sehingga kami ingin mendalami kembali motif dan obsesi yang ada,” ujar Jean Calvijn saat ditemui Tribun Medan, Rabu (17/12/2025).
Saat ini, kepolisian bersama KPAI, Dinas P3AP2KB, Bapas, serta Unit PPA Polrestabes Medan masih mengumpulkan hasil asesmen dan penelitian psikologis terhadap anak tersebut.
“Pendamping dari KPAI, dinas perlindungan anak, psikolog, masih mengumpulkan hasil penelitian asesmen. Mudah-mudahan tidak lama lagi semuanya sudah sinkron,” katanya.
Jean Calvijn memastikan kondisi anak dalam keadaan sehat dan terus mendapatkan pendampingan, termasuk kegiatan sehari-hari yang bersifat edukatif.
“Puji Tuhan kondisi kesehatannya baik. Untuk kebutuhan pendidikan, meskipun sekolah diliburkan, kami memberikan edukasi melalui edutainment, permainan anak, yang didampingi pendamping perlindungan anak, Bapas, serta Unit PPA Polrestabes Medan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, anak tersebut diberikan pembelajaran sesuai usianya, seperti kegiatan menggambar, menulis, dan aktivitas lain yang mendukung kebutuhan psikologis dan pendidikan.
“Itu semua merupakan kebutuhan psikologis dan pendidikan sesuai dengan usia anak, dan kami memfasilitasinya,” ujarnya.
Terkait kasus pembunuhan tersebut, pihak kepolisian berupaya mengungkap fakta secara terang benderang.
“Mudah-mudahan hasilnya dapat kami sampaikan dalam waktu yang tidak lama,” katanya.
Hingga kini, tim psikolog secara empiris menyatakan anak tersebut berada dalam kondisi baik dan sehat.
Namun, pihak kepolisian masih menunggu hasil verifikasi dan asesmen terpadu.
Saat ditanya mengenai hasil otopsi jenazah korban di RS Bhayangkara Medan, Kapolrestabes Medan enggan membeberkannya. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan identitas maupun wajah anak di media sosial.
| 25 Ruas Jalan Utama Medan Ditarget Tanpa Kabel Semrawut, Rico Waas Ingin Kota Tertata dan Estetik |
|
|---|
| Mobil Grand Max Nyangkut di Pagar Underpass Manhattan, Ban Depan Gantung di Luar |
|
|---|
| Tolak Perobohan Tembok dan Taman, Warga Contempo Medan Rapat dengan Satpol PP |
|
|---|
| Rico Waas Hadiri Deck Reception ASEAN Plus Cadet Sail 2026,Kenalkan Medan sebagai Kota Multikultural |
|
|---|
| Nyawa Melayang Diduga Karena Buah Matoa, Ayah Korban Minta Pelaku Dihukum |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Kapolrestabes-Medan-Kombes-Pol-Dr-Jean-Calvijn-Simanjuntak-saat-ditemui-Tribun-Medan-Rabu.jpg)