Berita Medan

Cuaca Ekstrem dan Ombak Tinggi Bikin Nelayan di Belawan Gagal Melaut, Berimbas Harga Ikan Naik

Akibatnya, kapal mereka hanya terombang-ambing di tengah laut tanpa bisa melakukan aktivitas penangkapan maupun memancing.

Tribunnews.com/Haikal Faried Hermawan
Sebuah kapal tongkang penangkap cumi, bersandar di Pelabuhan Belawan, Gagal tangkap hasil buruan usai kondisi cuaca ekstrem dan ombak tinggi membuat Nahkoda dan ABK terombang-ambing selam 3hari 4 malam di perairan Belawan, Minggu (30/11/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, BELAWAN- Para nelayan cumi di perairan Belawan terpaksa pulang dengan tangan hampa setelah gagal menangkap hasil laut akibat cuaca ekstrem dan ombak tinggi yang terjadi selama beberapa hari terakhir.

Salah satu nakhoda kapal tongkang penangkap cumi, Hasyim, menceritakan bahwa ia dan anak buah kapal (ABK) harus berjuang menghadapi gelombang tinggi selama kurang lebih tiga hari empat malam.

Situasi semakin buruk ketika parasut, alat utama untuk menangkap cumi dan ikan, mengalami kerusakan. 

Akibatnya, kapal mereka hanya terombang-ambing di tengah laut tanpa bisa melakukan aktivitas penangkapan maupun memancing.

“Kami tidak bisa menangkap hasil buruan dan tidak bisa memancing. Di sana kami hanya bisa menunggu sampai ombak reda,” ujar Hasyim saat ditemui Tribun Medan, Minggu (30/11/2025).

Kegagalan tangkapan ini langsung berdampak pada pasaran, membuat harga cumi dan ikan melonjak tajam.

Meski mengalami kerugian, Hasyim dan para nelayan lainnya tetap berharap bisa segera kembali melaut.

Mereka memprediksi kondisi cuaca mulai membaik dan ombak akan reda pada Senin, 1 Desember 2025.

(Cr9/Tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved