Banjir dan Longsor di Sumut
Ratusan Rumah Warga Komplek Griya Bestari Marelan Masih Terendam, Warga Krisis Pangan dan Air Bersih
Tiga hari sejak Rabu malam-Sabtu terisolasi banjir di Marelan, kini mulai berangsur surut. Ratusan warga Pasar IV Kelurahan Terjun krisis .
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Tiga hari sejak Rabu malam-Sabtu terisolasi banjir di Marelan, kini mulai berangsur surut. Ratusan warga Pasar IV Kelurahan Terjun krisis pangan dan air bersih, Sabtu (29/11/2025).
Warga sempat terisolasi total karena banjir di Pasar IV sedada, dan di pasar V juga serupa. Tak ada jalan keluar, atau pun bantuan yang bisa masuk.
Puluhan orang bertahan di pengungsian di masjid, klinik Kholijah dan rumah Anggota DPRD Medan Saiful Bahri. Rumah-rumah hingga Sabtu pukul 10.30 WIB masih terendam banjir selutut di kompleks Griya Bestari Permai.
"Masih syok karena banjir seleher. Ratusan warga terisolasi tanpa tempat pengungsian, dingin, basah tengah malam. Ini perlahan surut hingga 11 meter," kata Suriono.
Di Musala tempat warga kompleks berkumpul belum ada bantuan pangan dan air bersih dari pemerintah. Warga bertahan dengan pangan darurat.
"Di hari ketiga air mulai surut satu meter. Rumah penuh lumpur, perabotan hancur, pakaian minim. Pangan krisis, air bersih, dan perlengkapan bayi, toilet," kata Madan.
Darwisah mengatakan surat-surat berharga tak terselamatkan, hanya beberapa pakaian kering untuk bertahan dari dingin saat hari pertama banjir.
Laporan Wartawan Tribun Medan, kapal perahu karet BPBD baru datang Jumat menjelang Sabtu dinihari. Sejak hari pertama warga tenggelam sedada berjalan ke tempat tinggi tanpa bantuan pemerintah karena lokasi tak memungkinkan ditembus tanpa perahu.
Warga yang rumahnya dipenuhi air seleher sempat terlantar di jalanan yang tinggi, sebagian ada yang menggendong bayi kedinginan di teras-teras rumah tetangga.
Kejadian banjir sejak 27 November ini duka besar warga Medan. Karena terjadi hampir di setiap kecamatan.
"Kita tahu ini duka Sumut, dan Medan. Di Marelan ini paling parah sepanjang sejarah, rumah lantai 1 rata tenggelam di Kompleks Griya Bestari dan beberapa kompleks dan perumahan," kata Ida.
(Dyk/Tribun-Medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Puasa Tinggalkan Kampung Halaman, Curhat Warga Korban Banjir Garoga: Gak Perlu Kami Baju Lebaran |
|
|---|
| AKHIRNYA Kementerian Lingkungan Hidup Gugat 6 Perusahaan di Sumut Rp 4,8 Triliun |
|
|---|
| Data BNBA Korban Bencana Sumut Rampung, Gubsu Bobby: Tinggal Tunggu Realisasi Anggaran |
|
|---|
| DAFTAR 6 Perusahaan di Sumut Digugat Kementerian LH Imbas Banjir Sumatera, Dua di PN Medan |
|
|---|
| Bupati Tapteng Masinton Normalisasi Sungai dan Sawah di Tukka, Akui Bona Lumban Paling Parah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Ratusan-warga-Pasar-IV-Kelurahan-Terjun-krisis-pangan-dan-air-bersih.jpg)