Berita Medan

Teater GENERASI Akan Gelar Festival Drama Epos di Medan, Catat Tanggalnya

Kegiatan ini menawarkan total hadiah lebih dari Rp16 juta, lengkap dengan trofi dan sertifikat bagi kelompok teater muda se-Sumatra Utara.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
ISTIMEWA
FESTIVAL MEDAN- Peserta antusias mengikuti Pelatihan Menulis Naskah Drama yang digelar Teater GENERASI Medan di Taman Budaya Medan, sebagai rangkaian menuju Festival Drama Epos Perjuangan 2025. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan generasi muda dalam menulis dan memproduksi karya teater bertema perjuangan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Teater GENERASI Medan menggelar ajang bergengsi bertajuk Festival Drama Epos Perjuangan Tingkat Pelajar dan Mahasiswa yang akan berlangsung pada 10 November 2025 di Taman Budaya Medan

Kegiatan ini menawarkan total hadiah lebih dari Rp16 juta, lengkap dengan trofi dan sertifikat bagi kelompok teater muda se-Sumatra Utara.

Direktur Program Teater GENERASI Medan, Suyadi San, menyebutkan bahwa festival ini digagas sebagai bentuk refleksi terhadap menurunnya semangat patriotisme di kalangan muda.

“Dalam arus globalisasi dan modernisasi, nilai-nilai perjuangan dan patriotisme mulai tergerus di kalangan generasi muda. Festival ini hadir sebagai medium untuk mengingatkan kembali pada semangat perjuangan para pahlawan melalui karya seni teater, sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air,” ujar peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu, Minggu (5/10/2025).

Suyadi menambahkan, Sumatra Utara memiliki potensi besar dalam seni teater yang belum tergali maksimal.

Melalui festival ini, pihaknya berharap muncul bibit-bibit baru seniman teater yang bukan hanya berbakat, tapi juga memahami akar budaya dan sejarah lokal.

“Festival ini bukan sekadar kompetisi. Ini adalah gerakan kebudayaan untuk melestarikan nilai perjuangan dan memperkuat jati diri generasi muda Indonesia,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini didukung oleh Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikdasmen, yang sejalan dengan visi pemerintah dalam memajukan bahasa, sastra, dan seni pertunjukan.

Sementara itu, Drs. Harun Al Rasyid, Sekretaris Forum Pelestarian Budaya Daerah Sumut dan mantan Kepala Sekretariat Dewan Harian Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Provinsi Sumut, menilai langkah Teater GENERASI patut diapresiasi.

“Kita tidak mau generasi muda menjadi buta sejarah perjuangan bangsanya. Dari sejarah perjuangan para pahlawan itulah karakter generasi emas harus dibentuk agar siap menghadapi tantangan global,” sebut anggota Dewan Pembina Ikatan Alumni FIB USU ini.

Ketua Panitia, Zaim Dzaky Sanjaya, menjelaskan bahwa festival ini akan menggunakan naskah-naskah terpilih dari Sayembara Menulis Naskah Drama 2024. 

“Festival ini menjadi jembatan antara sastra dan pertunjukan. Karya yang tadinya hanya dibaca kini bisa dihidupkan di atas panggung dan dinikmati masyarakat luas,” ujarnya.

Menurut mahasiswa Pascasarjana Sosiologi USU itu, festival ini juga menjadi wadah kolaborasi antarkelompok teater pelajar dan mahasiswa. 

“Kami ingin mempertemukan berbagai komunitas untuk saling bertukar pengalaman dan memperkuat jaringan teater muda di Sumut,” katanya.

Koordinator acara, Azka, menambahkan bahwa aspek penilaian akan mencakup orisinalitas interpretasi naskah, teknik akting, kreativitas pementasan, serta kesesuaian tema perjuangan. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved