Medan Terkini

Medan Jadi Panggung Pesta Literasi Indonesia 2025, dari Diskusi hingga Bazar Buku

Melalui diskusi, lokakarya, dan pertunjukan musik, literasi ditampilkan sebagai pengalaman yang akrab dan reflektif dalam keseharian.

TRIBUN MEDAN/JOY SILVANA ARITONANG
PESTA LITERASI 2025: Sesi diskusi bersama dengan para penulis Titan Sadewo, Eka Dalanta dan Emte dalam perayaan Pesta Literasi Indonesia 2025. 

TRIBUN-MEDAN, MEDAN - Kota Medan menjadi tuan rumah Pesta Literasi Indonesia 2025 yang berlangsung di Andaliman Hall, Roha Café. Dengan mengusung tema “Cerita Khatulistiwa”, acara ini menghadirkan ruang pertemuan hangat bagi penulis, pembaca, seniman, hingga komunitas literasi.

Melalui diskusi, lokakarya, dan pertunjukan musik, literasi ditampilkan sebagai pengalaman yang akrab dan reflektif dalam keseharian.

Gelaran dibuka dengan diskusi panel bertajuk “Satu Jiwa, Seribu Rasa: Sendiri Tak Selalu Sepi” bersama Ika Natassa, Emte, dan Titan Sadewo, dimoderatori oleh Eka Dalanta dari komunitas Ngobrol Buku. 

Para pembicara berbagi pandangan tentang kesepian yang kerap hadir dalam kehidupan modern, namun juga dapat menjadi sumber inspirasi dan ruang untuk berkarya.

Titan Sadewo menyebut kesepian sebagai tema universal yang bisa membuka jalan untuk memahami diri, sementara Ika Natassa menekankan bahwa pengalaman sepi justru bisa menghasilkan tulisan yang lebih jujur.

Diskusi berlangsung santai namun penuh makna, menghadirkan kesadaran bahwa kesepian tidak hanya bersifat personal, melainkan juga fenomena sosial yang relevan.

Suasana kemudian diperkaya dengan penampilan musik Elisa Nauli yang menciptakan atmosfer intim dan menyentuh, memperkuat tema besar tentang manusia, jarak, dan koneksi. 

Siang harinya, Emte memandu Lokakarya Cat Air yang mengajak peserta mengekspresikan pengalaman personal melalui seni rupa.

Pesta Literasi juga menghadirkan Semesta Buku, sebuah bazar buku dengan diskon hingga 70 persen dan harga mulai dari Rp5.000.

Selain memperluas akses pada karya penulis lokal, bazar ini menjadi ajakan untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari.

“Literasi bukan hanya sekadar membaca buku, tetapi juga membangun ruang dialog dan kepedulian terhadap pengalaman bersama. Pesta Literasi Indonesia hadir untuk merayakan keberagaman cerita, dari Medan untuk Indonesia,” ujar Amie Puspahadi, Ketua Pesta Literasi Indonesia 2025.

Acara yang terselenggara berkat kolaborasi Gramedia Pustaka Utama dan komunitas Ngobrol Buku ini menegaskan bahwa kisah-kisah lokal mampu menjadi bagian dari percakapan nasional. 

Medan pun tampil sebagai kota penuh energi dan cerita yang kaya, layak menjadi panggung literasi, seni, dan kebersamaan. (*)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved