Dianggap tak Prioritaskan Putra Daerah, Masyarakat Protes SPPG di Bahorok

Aksa menambahkan, masyarakat mendatangi SPPG berawal dari mereka datang ke rumahnya untuk menyampaikan keluhan.

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Muhammad Anil Rasyid
SPPG - Masyarakat Kelurahan Pekan Bahorok, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menggeruduk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Rabu (28/1/2026). 

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Masyarakat Kelurahan Pekan Bahorok, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menggeruduk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Rabu (28/1/2026).

Hal itu dilakukan masyarakat karena pengelola SPPG tak memberi prioritas terhadap putra daerah untuk bekerja.

"Masalah perekrutan di MBG Kelurahan Pekan Bahorok, tidak memprioritaskan penduduk setempat, banyak yang dari luar Pekan Bahorok yang direkrut mereka. Pengumumannya pun tengah malam," ujar Aksa, masyarakat setempat.

Lanjut Aksa, SPPG Kelurahan Pekan Bahorok membutuhkan 47 orang. Namun, kata dia, hanya 15 orang warga setempat yang diterima bekerja pada SPPG tersebut.

"Kami minta namanya suatu usaha di daerah, minimal 70 dari tempat asal dan 30 luar. Ini tidak seperti itu, berbanding terbalik, 70 luar, 30 dalam," ucap Aksa.

Baca juga: Bandingkan Guru Honorer dengan Petugas SPPG MBG, Anggota DPR Minta Kaji Ulang SPPG Jadi ASN PPPK

Aksa menambahkan, masyarakat mendatangi SPPG berawal dari mereka datang ke rumahnya untuk menyampaikan keluhan.

Singkat cerita, masyarakat yang mengeluhkan itu mendatangi SPPG tersebut dan mediasi digelar yang diikuti Kapolsek Bahorok, AKP Tunggul Situmeang.

"Namun, perpajangan tangan dari SPPG dan pihak yayasan belum datang tadi," kata Aksa.

Dalam mediasi, masyarakat mengungkapkan keluhan terkait tak adanya prioritas orang lokal dalam perekrutan tenaga kerja.

"Orang luar dari Marike, Kendit yang kerja di situ, jarak tempuhnya minimal setengah jam. Sementara masyarakat setempat yang jarak tempuhnya lima menit, tidak mendapat prioritas, itu kan tidak efektif," ucap Aksa.

Sementara itu Koordinator Wilayah SPPG Langkat, Ali Ikhsan menyebut, SPPG sejatinya harus memberi prioritas kepada masyarakat setempat.

"Permasalahan relawan harus memang yang terdekat pada titik dapur dan juga melihat kondisi ekonomi. Namun, ada juga kebijakan sekian persennya itu memang dari yayasan," ujar Ali.

Namun saat ditanya kebijakan persentase itu, dia belum menjawab rinciannya. Masyarakat setempat tetap berharap besar dapat menjadi petugas SPPG pada wilayahnya.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved