Suasana Haru saat Tayang Video Banjir, Kemenag Salurkan Bantuan Dukung Pemulihan Madrasah 

Penyerahan bantuan dipusatkan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Langkat pada Selasa (7/1) dan berlangsung dalam suasana khidmat

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
BANTUAN BENCANA - Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI menyerahkan bantuan sarana pendidikan senilai Rp170 juta kepada MAN 1 Langkat sebagai bentuk dukungan pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Selasa (7/1/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Kementerian Agama Republik Indonesia kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan pasca-bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Langkat.

Bantuan kemanusiaan disalurkan langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof Dr M Arskal Salim, bersama Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK), Prof Dr Nyayu Khodijah.

Penyerahan bantuan dipusatkan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Langkat pada Selasa (7/1/2026) dan berlangsung dalam suasana khidmat serta penuh kebersamaan.

Suasana haru mewarnai kegiatan saat ditayangkan video kondisi banjir di Kecamatan Tanjung Pura dan aktivitas posko pengungsian yang sempat beroperasi di lingkungan MAN 1 Langkat.

Sejumlah perwakilan madrasah negeri dan swasta yang terdampak banjir turut hadir dan menerima bantuan secara simbolis sebagai bentuk solidaritas dan dukungan pemerintah terhadap lembaga pendidikan yang terdampak bencana alam.

Baca juga: Percepat Pemulihan, Siswa MAN 3 Tapteng Gotong-royong di Lingkungan Madrasah

Dalam sambutannya, Arskal Salim menegaskan bahwa kehadiran Kemenag bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bentuk empati dan kepedulian negara terhadap madrasah yang ikut merasakan dampak bencana.

Ia mengapresiasi peran MAN 1 Langkat yang meski pun tidak terdampak secara fisik, namun berfungsi sebagai pusat pengungsian dan layanan kemanusiaan bagi masyarakat.

“Madrasah tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat ketahanan sosial masyarakat di saat krisis. MAN 1 Langkat telah menjadi ruang aman dan simbol kepedulian,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pentingnya kesadaran ekoteologi dan cinta lingkungan. Menurutnya, bencana alam menjadi pengingat bahwa kelalaian manusia terhadap lingkungan dapat berujung pada dampak serius bagi kehidupan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Langkat, H Ainul Aswad, mengungkapkan bahwa banjir berdampak luas di wilayahnya.

Tercatat sedikitnya 13 kecamatan terdampak, dengan 70 Madrasah Ibtidaiyah, 101 MTs, 4 MA, serta puluhan pesantren dan Kantor Urusan Agama (KUA) ikut merasakan dampak langsung.

“Pengungsi di MTsN Besitang hampir mencapai 600 jiwa, sementara di MAN 1 Langkat sekitar 1.000 jiwa. Madrasah menjadi garda terdepan dalam membantu masyarakat,” katanya.

Kepala MAN 1 Langkat menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia menegaskan bahwa dukungan tersebut sangat berarti, mengingat banjir menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar.

Dengan penyaluran bantuan ini, Kementerian Agama RI berharap seluruh madrasah terdampak banjir di Kabupaten Langkat dapat segera bangkit dan kembali menjalankan aktivitas pendidikan secara optimal.

 

 

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved