Dayat: Kacau Langkat, Tak Ada Perahu Karet, Warga Jakarta Sewa Sampan Rp 1 Juta Evakuasi Ibunya

Diketahui, debit air yang merendam Kecamatan Tanjung Pura, setinggi paha hingga leher orang dewasa.

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Eti Wahyuni
Tribunnews.com/Muhammad Anil Rasyid
Hidayat jauh-jauh datang dari Jakarta saat mengevakuasi ibunya dari tempat pengungsian di Pematang Tengah, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). 

TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Sampan nelayan kebanjiran rezeki pada saat banjir merendam Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Pasalnya sampan tersebut disewa masyarakat untuk mengevakuasi pengungsi atau kendaraan roda dua. Tak tanggung-tanggung, pemilik sampan mematokkan harga ratusan ribu untuk biaya sewa.

Hal ini dimanfaatkan penyewa karena minimnya perahu karet yang disediakan oleh pemerintah setempat. Mau tak mau masyarakat yang mati-matian menyelamatkan keluarga atau pun kendaraannya, terpaksa menyewa sampan.

Diketahui, debit air yang merendam Kecamatan Tanjung Pura, setinggi paha hingga leher orang dewasa.

Seperti yang Hidayat, warga asal Jakarta, jauh-jauh datang ke Kecamatan Tanjung Pura untuk mengevakuasi ibu dan keluarga besarnya dari jebakan banjir.

Baca juga: Masyarakat Tanjung Pura Langkat Habis Kesabaran, Retail Modern Dijarah

"Saya heran, kenapa pemerintah tidak menyediakan perahu karet. Ini sangat aneh sekali. Terpaksa saya menyewa sampan nelayan, untuk menyelamatkan ibu saya dan keluarga," ujar Hidayat saat diwawancarai wartawan, Senin (1/12/2025).

Lanjut pria yang kerap disapa Dayat, ia pun harus merogoh kantong hingga nyaris Rp 1 juta.

"Hampir sejuta juga saya mengeluarkan uang untuk menyewa kapal untuk evakuasi ibu dan sepeda motor abang saya," kata Dayat.

Diketahui, ibu Dayat saat ini kondisinya kurang sehat. Maka sejak mendapat kabar banjir besar di Kecamatan Tanjung Pura, ia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya.

"Dari awal banjir saya sudah kepikiran dengan ibu dan keluarga saya. Jadi saya putuskan tanggal 30 November 2025 saya beli tiket pesawat dan terbang ke Tanjung Pura," kata Dayat.

Sekitar pukul 11.30 WIB pada waktu itu tiba di Kecamatan Tanjung Pura. Ia pun bergegas menjumpai ibunya dengan menyewa sampan.

"Begitu tiba di tempat pengungsian, saya gendong ibu saya agar keluar dari lokasi. Memang tak ada perahu karet, kacau Kabupaten Langkat ini," ujar Dayat.

Akhirnya Dayat bersama ibu serta keluarga besarnya berhasil keluar dari jebakan banjir. Dan saat ini sudah menginap di salah satu home stay yang berada di Kecamatan Stabat.

Diketahui, saat ini debit air yang merendam banjir di Kecamatan Tanjung Pura sudah mulai surut.

Amatan wartawan pada Senin siang, debit air masih tampak tinggi di Jalan Pemuda, Jalan Sudirman, dan Jalan Merdeka.

 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved